spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMKesulitan Air Bersih Hampir Dua Pekan

Kesulitan Air Bersih Hampir Dua Pekan

WARGA Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, mengalami kesulitan air bersih hampir dua pekan terakhir akibat gangguan distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang. Sebanyak enam lingkungan terdampak, dengan empat lingkungan di antaranya mengalami dampak paling parah.

Untuk menanggulangi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Mataram melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih menggunakan tandon berkapasitas besar yang ditempatkan di sejumlah lingkungan terdampak.

Lurah Rembiga, Diana Wahyuningrum, mengatakan bahwa seluruh lingkungan di wilayahnya terdampak gangguan distribusi air. Namun, tingkat keparahannya berbeda-beda.

“Dari enam lingkungan, empat yang paling parah terdampak, yaitu Lingkungan Rembiga Utara, Rembiga Timur, Rembiga Barat, dan Lingkungan Dasan Lekong,” ujar Diana, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan, dua lingkungan lainnya masih sempat mendapatkan aliran air pada malam hari sehingga warga memiliki kesempatan untuk menampung air.

“Dua lingkungan lainnya tidak terlalu parah karena pada malam hari air masih mengalir dan warga masih bisa menampung,” katanya.

Diana menyebutkan, gangguan distribusi air PDAM tersebut telah berlangsung sekitar sebelas hari dan merupakan yang terparah dibandingkan kejadian serupa sebelumnya karena berlangsung dalam waktu cukup lama.

Dalam upaya penanganan, BPBD memasang dua tandon air berkapasitas lebih dari 5.300 liter di empat titik lingkungan yang paling terdampak. Selain itu, mobil tangki air bersih juga disiagakan untuk menjangkau warga yang tidak terlayani tandon.

“Jika warga tidak bisa menjangkau tandon air, mobil air bersih akan berkeliling menyalurkan air ke masyarakat,” jelasnya.

Selain bantuan dari Pemerintah Kota Mataram, pihak kelurahan juga berkoordinasi dengan PDAM Giri Menang terkait suplai air bersih. Warga diminta melapor melalui kepala lingkungan apabila persediaan air di tandon habis.

“Mereka melaporkan kepada kami jika air sudah habis, lalu kami sampaikan ke PDAM. Kami upayakan suplai air ini tetap terisi setiap hari,” ucap Diana.

Ia menambahkan, sejauh ini ketersediaan empat tandon besar yang dibantu mobil tangki air masih mampu mencukupi kebutuhan warga. Meski demikian, pihaknya berharap distribusi air PDAM dapat segera kembali normal.

“Kami berharap persoalan ini segera teratasi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO