Mataram (suarantb.com) – Museum Negeri NTB terus berupaya memperkenalkan kebudayaan NTB ke panggung nasional maupun internasional. Upaya mempromosikan kebudayaan itu diharapkan dapat mempertegas eksistensi NTB sebagai provinsi yang kaya akan budaya berikut nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Kepala Museum Negeri NTB, Dr. Ahmad Nuralam, SH., MH., Rabu (14/1/2026) mengatakan, promosi kebudayaan menjadi salah satu upaya strategis museum dalam rangka memperkenalkan NTB ke panggung dunia.
“Museum NTB dengan koleksi yang dimiliki, jaringan-jaringannya itu bisa memberikan pemahaman kepada dunia internasional tentang kekayaan benda, tradisi masyarakat, khususnya masyarakat NTB yang ada di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok” ujarnya.
Museum NTB telah membuat MoU dengan berbagai museum internasional. Seperti Museum and Art Gallery of the Northern Territory dan Art Gallery South Australia dan Australian Museum. Museum NTB juga berencana menjalin kerja sama dengan Museum of Sydney.
Kerja sama ini merupakan langkah konkret Museum NTB terhadap upaya promosi kebudayaan di kancah internasional.
Sebelumnya Museum Negeri NTB telah melakukan kegiatan Workshop dengan tiga museum tersebut. Nuralam menegaskan, ke depan, pihaknya berencana merancang kegiatan dengan sekup lebih luas.
“Kegiatan itu kami akan naikkan levelnya. Mungkin kami akan MoU dengan Sydney dan mungkin ada kegiatan di sana, seperti perawatan keris,” tuturnya.
Selain lewat kerja sama skala internasional, Museum NTB juga berencana mematangkan persiapan pembangunan Museum Tematik.
Museum Tematik ini dibangun, dengan rancangan yang mengacu pada standar nasional dan internasional. Dengan demikian kualitas bangunan dan rancangan ruang pamer diupayakan mampu memenuhi kebutuhan pelestarian budaya dan edukasi publik.
Diakuinya, pembangunan Museum Tematik ini telah masuk dalam daftar Kegiatan Strategis (KS) ke-56 dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2025 – 2029.
“Tahun lalu kita sudah menyiapkan perangkatnya, naskah akademiknya sudah jadi, DID (dokumen perencanaan fisik) sudah kami pegang tinggal kami sampaikan ke Pak Gubernur,” jelasnya.
Nuralam juga menegaskan, upaya promosi kebudayaan tidak hanya menargetkan ke luar daerah atau negeri, tapi juga ke masyarakat NTB sendiri.
Pada tahun sebelumnya, Museum Negeri NTB aktif melaksanakan sosialisasi perihal kebudayaan ke sekolah-sekolah. Nuralam memastikan, program sosialisasi di lingkungan pendidikan tahun ini akan tetap dilaksanakan.
Selain itu, upaya penguatan kebudayaan melalui program Museum Desa juga tetap akan berlanjut. Saat ini, jumlah Museum Desa di Pulau Lombok berjumlah delapan unit.
“Tahun ini kita akan naikkan levelnya, bagaimana mereka terdaftar jadi punya register museum nasional, bagaimana pengelolaannya lebih baik” kata Nuralam.
Dengan jumlah koleksi 7.714 benda dan artefak kebudayaan, Museum NTB memiliki potensi besar dalam upaya meningkatkan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai kebudayaan dan sejarah NTB.
Di sisi lain, lewat kekayaan benda koleksi, Museum NTB dapat menjadi jalan yang strategis dalam rangka memperkenalkan NTB baik di tingkat nasional maupun internasional. (sib)



