Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menetapkan status tanggap darurat bencana, setelah sejumlah wilayah di Kecamatan Sekotong dilanda banjir pada Selasa (13/1/2026) malam. Berdasarkan data, satu orang korban meninggal dunia, diduga terseret arus banjir. Sejumlah rumah warga rusak dan ribuan ribuan jiwa terdampak.
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan status darurat bencana. “Saya sudah menetapkan bahwa ini kan darurat bencana,” kata Bupati Lobar di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Rabu (14/1/2026).
LAZ mengatakan bahwa pihaknya sudah memetakan beberapa langkah jangka pendek untuk penanganan pascabanjir, di antaranya mengirim kebutuhan logistik yang diperlukan warga serta mengerahkan tim lapangan untuk membantu warga yang terdampak.
LAZ juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendatangkan alat berat kemudian melakukan pengerukan terhadap sedimentasi yang menumpuk di aliran sungai dan drainase.
Sementara itu Camat Sekotong Andi Purnawan menyebutkan, terdapat tujuh desa terdampak bencana. Tujuh desa ini di antaranya, Desa Persiapan Pengantap dengan empat dusun terdampak yakni Dusun Pengantap, Dusun Bengkang, Dusun Kebeng dan Dusun Sap Baru. Selanjutnya, Desa Buwun Mas, ada dua dusun yakni Dusun Kemanuk dan Dusun Sepi. Desa Persiapan Belongas ada empat dusun, diantaranya, Dusun Belongas, Dusun Sauh, Dusun Selodong dan Dusun Kekalik
Kemudian Desa Taman Baru, ada tiga Dusun yakni Dusun Eat Pace, Dusun Taman Sejati, dan Dusun Repok Gapuk. Desa Sekotong Tengah, ada empat dusun terdampak diantaranya Dusun Gunung Kosong, Dusun Sekotong 1, Dusun Sekotong, Dusun Karang Lebah. Kemudian Desa Cendi Manik, satu dusun terdampak, yakni Dusun Sayong Daye.
Kemudian di Desa Persiapan Empol terdampak dua dusun masing-masing Dusun Empol dan Dusun Madak. Sementara, berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD, satu korban korban meninggal dunia diduga akibat terseret banjir bandang di Sekotong. Korban diketahui bernama Nurinah (69), seorang lanjut usia (Lansia) di Dusun Desa Persiapan Blongas.
Dari data sementara yang diperoleh media, total Kepala Keluarga (KK) terdampak 1.047 KK dengan jumlah jiwa 3.223 orang. Daerah terdampak bencana ini terbesar di sejumlah desa, di antaranya Desa Persiapan Pengantap terdapat empat dusun yang diterjang banjir yakni Dusun Kebeng. Jumlah KK yang terdampak 85 KK dengan 330 Jiwa.
Dusun Bengkang, warga yang terdampak 230 KK dengan jumlah jiwa 659 orang. Dusun Sap Baru terdapat 150 KK dengan jumlah warga 459 Jiwa. Dusun Pengantap terdampak sekitar 100 KK atau 300 Jiwa. Desa Persiapan Blongas, terdampak enam dusun diantaranya, Dusun Slodong terdapat 100 KK dengan jumlah warga 270 Jiwa. Dusun Blongas, 75 KK dengan jumlah warga 300 Jiwa. Dusun Kekalik terdapat 62 KK dengan jumlah 187 Jiwa terdampak.
Dusun Sauh, 150 KK dengan 420 Jiwa. Dusun Panggang, 50 KK dengan jumlah warga 175 Jiwa. Dan Dusun Tangin Angin, ada 45 KK dengan jumlah 123 Jiwa.
Banjir yang terjadi di Desa Persiapan Pengantap, Belongas Desa Persiapan Pesisir Mas diperparah oleh aliran air dari kawasan pegunungan dengan kondisi lahan yang gundul dan daya serap tanah rendah, sehingga debit air meningkat secara signifikan. Untuk korban yang meninggal terseret arus banjir, diketahui pergi sendiri menuju rumah anaknya yang berada di seberang sungai. Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 15.00 Wita dan ditemukan oleh pihak keluarga pada pukul 19.30 Wita dalam kondisi meninggal dunia.
Selain itu, terdapat ratusan KK terdampak di Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas. Akses transportasi terganggu akibat genangan dan lumpur di jalan raya. Desa lain terdampak, yakni Desa Sekotong Tengah menggenangi rumah penduduk hampir di semua dusun, kecuali di dusun yang berada di dataran tinggi.
Jalan raya juga tak luput dari genangan air. Kondisi terkini air sudah mulai surut sehingga atus transportasi normal kembali.
Petugas Pengolah Data dan Informasi pada BPBD Maisun Gafari menerangkan bencana banjir ini, dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terjadi secara merata di wilayah Kecamatan Sekotong selama kurang lebih tiga jam. Akibat tingginya curah hujan tersebut, Kali Sekotong meluap dan mengakibatkan banjir yang menggenangi permukiman warga serta Jalan Raya Sekotong Tengah.
Kendala di lapangan, jalan licin akibat lumpur sisa banjir. Akses evakuasi dan distribusi logistik sempat terhambat. Upaya yang dilakukan, pemantauan dan asesmen lapangan, kordinasi lintas sektor, pendataan korban terdampak dan pengamanan lokasi terdampak.
Dikatakan kondisi terkini banjir di Dusun Bengkang telah surut. Namun masih terdapat genangan air di beberapa titik pemukiman warga. Masyarakat saat ini melakukan pembersihan rumah dan lingkungan dari lumpur serta sisa material banjir. Pihaknya bersama OPD lain melakukan upaya penanganan lanjutan berupa penyedotan air yang masih menggenangi pemukiman warga dan membersihkan lumpur.
Di Dusun Belongas, banjir telah sepenuhnya surut dan aktivitas warga mulai kembali normal. Fokus penanganan saat ini adalah pembersihan lingkungan, penyedotan genangan air, serta pemulihan aktivitas masyarakat. Untuk korban meninggal dunia akibat banjir di Dusun Sauh, Desa Persiapan Blongas, telah dimakamkan. Prosesi pemakaman dihadiri oleh rombongan Bupati Lombok Barat sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga korban. (her)



