Praya (suarantb.com) – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak Selasa (13/1/2026) lalu, memicu banjir di sejumlah desa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Dengan tiga desa terdampak paling parah, yakni Desa Pandan Indah dan Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya serta Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat. Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Loteng mencatat total ada sekitar 300 rumah yang terdampak banjir.
Meskin demikian, BPBD Loteng sejauh ini belum mendapat laporan soal adanya kerusakan fasilitas umum akibat dari banjir tersebut. “Laporan baru jumlah rumah terdampak. Kalau yang lain belum ada laporan sejauh ini,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Loteng H. Ridwan Ma’ruf, kepada awak media di kantornya, Rabu (14/1/2026).
Terhadap warga yang terdampak banjir pihaknya sudah mengirim bantuan logistik. Berupa mi instan, beras, terpal hingga selimut. Sembari tim BPBD Loteng melakukan asesmen untuk menilai tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir yang terjadi. Sehingga langkah lanjut pasca banjir masih menunggu hasil assesment yang ada. “Upaya penanganan darurat sudah kita lakukan. Sedangkan lain masih menunggu hasil asesmen,” jelasnya.
Ia mengatakan, wilayah-wilayah yang terdampak banjir itu sendiri merupakan langganan banjir. Yang hampir setiap tahun diterjang banjir. Terutama pada masa puncak musim penghujan. Antara bukan Januari hingga Maret.
Penyebabnya selain intensitas hujan yang tinggi, juga karena terjadi pendangkalan dan penyempitan badan sungai. Sehingga ketika hujan lebat turun, air sungai meluap dan masuk keperkampungan warga. “Banjir biasanya tidak berlangsung lama. Begitu hujan reda, dua tiga jam kemudian air sudah surut. Seperti sekarang ini, air diwilayah yang terdampak banjir sudah surut,” ujarnya.
Mengingat puncak musim hujan berlangsung, masyarakat pun diimbau untuk waspada. Saluran air, sungai atau drainase kalau bisa dibersihkan dari tumpukan sampah atau material lain. Guna mencegah luapan air saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Tahun ini curah hujan diprediksikan lebih tinggi dari tahun lalu. Jadi kita himbau masyarakat terutama yang ditinggal dekat sungai untuk waspada dengan potensi banjir yang bisa terjadi kapan saja,” tandas mantan Kepala Dinas Dukcapil Loteng ini.
Sementara itu pasca banjir, Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H. M. Nursiah, S.Sos. M.Si., langsung turun titik banjir. Selain untuk melihat kondisi banjir, sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir.
“Terkait penyebab banjir nanti pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan BWS untuk penanganan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan. Harapan, potensi banjir bisa ditekan,” tegas Ketua DPD II Partai Golkar Loteng ini. (kir)


