spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAKerusakan Alun-Alun Tanjung KLU Jadi Sorotan Warga

Kerusakan Alun-Alun Tanjung KLU Jadi Sorotan Warga

 

Tanjung (suarantb.com) – Proyek konstruksi Alun-alun Tanjung, Lombok Utara mendapat sorotan warga di media sosial. Warga memosting titik kerusakan, seperti retak, paving block tak rata, bahkan terdapat titik di mana teras amblas akibat diguyur hujan.

Warga dominan menyoroti kerusakan hanya dalam hitungan hari. Setelah Alun-alun dibuka untuk umum pada Minggu (11/1/2026), keberadaannya cukup menyita perhatian. Malam hari, fasilitas umum ini ramai dikunjungi. Namun dalam dua malam terakhir, Senin dan Selasa malam, Kecamatan Tanjung diguyur hujan lebat. Kondisi tersebut turut mempengaruhi area teras. Sebagian paving block turun dan terlihat tidak rata karena tanahnya labil dan tidak dipadatkan.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Fraksi Demokrat, Ardianto, SH., menyindir secara terbuka melalui status WhatsApp-nya.

“Rupanya overload pengunjung. Beban (pengunjung) terlalu berat sehingga terdapat retak di beberapa titik,” tulis Ardianto, dengan latar belakang Alun-alun.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Perkim KLU, Rangga Wijaya, ST., kepada wartawan mengakui pihaknya sudah mendapat informasi terkait keluhan warga tersebut. Namun demikian, kerusakan yang muncul pada proyek Alun-alun berlaku pada periode pemeliharaan enam bulan setelah diserahterimakan. Artinya, kerusakan tersebut otomatis menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.

“Kontraktor punya tanggungan jika terjadi kerusakan selama masa pemeliharaan, kurang lebih 160 hari kalender atau sekitar enam bulan. Apapun bentuk kerusakannya, baik ambruk, amblas, atau rusak, itu semua menjadi tanggungan mereka sampai rapi dan kembali sempurna,” ungkap Rangga.

Pihaknya langsung mengontak pihak rekanan yang mengerjakan proyek pada tahun 2025 tersebut. Pihaknya juga meminta agar segera dilakukan perbaikan tanpa menunda waktu, karena fasum ini cukup ramai dikunjungi warga. Pihaknya tidak menginginkan, kerusakan minor pada Alun-alun membuat warga tidak nyaman saat datang berkunjung.

“Begitu ada laporan masuk, baik tadi pagi maupun kemarin, langsung kita hubungi direkturnya. Alhamdulillah, mereka langsung merespons dan hari ini langsung turun melakukan perbaikan.”

“Saya minta tidak usah lama-lama menunggu, karena kalau dibiarkan justru bisa semakin parah,” tambahnya.

Rangga juga menekankan agar perbaikan melibatkan Konsultan Pengawas. Tentunya para pihak harus mengecek secara detail titik-titik yang bermasalah. Bagian yang kepadatannya kurang sempurna, agar dilakukan pembongkaran untuk selanjutnya ditimbun dan dipadatkan ulang.

“Pada titik tertentu yang dianggap tidak layak, akan dibongkar dan dibangun kembali. Intinya, kita terima nanti harus rapi, beres sesuai perencanaan dan spesifikasi,” tandasnya. (ari)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO