spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEPasar Tanjung Dinilai Layak Direlokasi

Pasar Tanjung Dinilai Layak Direlokasi

 

Tanjung (suarantb.com) – Pasar Tanjung yang berada pada akses jalur jalan nasional dan pusat kota dinilai tidak representatif untuk mengakomodir kepentingan masyarakat dalam jangka panjang. Lalu lintas di depan pasar kerap macet. Sementara pada musim hujan, area pasar kerap tergenang luapan air karena hambatan drainase. Selain itu, tumpukan sampah di sekitar area pasar juga menjadi pemandangan yang tidak mengenakkan.

Atas kondisi itu, Anggota Komisi II DPRD KLU, Artadi, S.Sos., mendorong agar Pemda Lombok Utara mempertimbangkan rencana dan opsi peningkatan sarana dan prasarana pasar. Pasar Tanjung ia sarankan direlokasi, atau dibangun ulang dengan tata letak dan desain yang mendukung aktivitas belanja, serta tidak menghambat lalu lintas di depan pasar.

“Kami minta Pemda untuk mempertimbangkan rancangan Pasar Tanjung yang representatif. Apakah Pasar Tanjung ini direlokasi, dipindahkan ke lokasi lain yang lebih luas, atau dibangun ulang supaya posisinya lebih tinggi dari jalan,” ungkap Artadi, Rabu (13/1/2026).

Ia menjelaskan, Pasar Tanjung akan menjadi beban setiap tahun, terutama saat musim hujan. Hal ini dikarenakan permukaan pasar lebih rendah dari badan jalan. Saat terjadi hujan ditambah drainase yang buruk, mengakibatkan genangan air di area pasar.

Sementara di area bagian dalam pasar, beberapa area masih berupa tanah. Saat digenangi air, permukaan tanah menjadi becek dan mengundang bau tak sedap bagi pengunjung maupun pedagang.

“Keluhan ini hampir setiap tahun kita dengar. Tentu kita sangat prihatin karena Pasar Tanjung ini menjadi identitas dan tolok ukur mobilitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Komisi II menurut dia, sangat mendukung jika pemerintah merancang lokasi pasar baru, artinya Pasar Tanjung direlokasi. Dibandingkan dengan dibangun ulang, ia berpendapat area pasar skala Kabupaten memerlukan lahan yang lebih luas dari pasar Tanjung saat ini.

Letak di jalur Jalan Nasional menurut dia, akan berdampak luas bagi publik. Penumpukan kendaraan dan lalu lalang pengguna pasar, mengakibatkan akses satu-satunya menuju Jalan Protokol terhambat bahkan macet.

Dibandingkan dengan bangun baru di lokasi eksisting saat ini, Artadi menilai area pasar bisa digunakan untuk pembangunan fasilitas lain milik Pemda. Misalnya, untuk lokasi kantor atau pun fasilitas yang mendukung pelayanan publik lainnya.

“Apalagi di depannya ada beberapa kantor dan bahkan ada wacana pembangunan Bank BPR NTB. Kalau pasar tetap seperti ini, tentu kelihatan sangat jorok,” demikian Artadi. (ari)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO