Minggu, Maret 8, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURDari Kairo ke Pancor: Senandung Ukhuwah Al-Azhar dan NWDI dalam Mendidik Generasi...

Dari Kairo ke Pancor: Senandung Ukhuwah Al-Azhar dan NWDI dalam Mendidik Generasi Terbaik

SUASANA haru dan syahdu menyelimuti Aula Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Sabtu, tanggal 17 Januari 2026. Bukan sekadar sambutan formal, tetapi sebuah penyambutan hangat layaknya keluarga yang lama berpisah.

Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., dengan khidmat menyambut kehadiran ulama muda terkemuka dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah.

Kehadiran Syaikh Alaa Mustofa bukan sebagai tamu biasa. Dalam sambutannya yang diawali selawat dan doa, TGB menegaskan ikatan yang lebih dalam. “Beliau bukan sekadar tamu, melainkan bagian dari keluarga besar organisasi sebagai anggota Dewan Pakar PB NWDI,” ujar TGB.

Pernyataan ini mengukuhkan bahwa silaturahmi ini adalah reuni intelektual dan spiritual antara dua institusi yang memiliki kesamaan visi.

“Kehadiran beliau menunjukkan kecintaan dan kepercayaan Al-Azhar terhadap institusi kita. Beliau hadir sebagai representasi Al-Azhar yang selama lebih dari seribu tahun menjadi menara ilmu dan benteng Ahlussunnah wal Jamaah,” imbuh TGB dengan penuh penghormatan.

Kedatangan Syaikh Alaa bagai menyambungkan rantai sejarah keilmuan Islam dari jantung peradaban Sunni di Kairo ke jantung pengkaderan ulama di Lombok Timur.

Seminar internasional yang digelar mengusung tema sentral: mendidik generasi Islam dengan hikmah, ilmu, dan akhlak. TGB, dengan mendalam, memaparkan bahwa tema ini adalah esensi dari Tansyi’atul Ajyal (pendidikan generasi muda) yang menjadi perhatian para ulama sepanjang zaman. Beliau mengajak seluruh hadirin merenungi keteladanan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali melalui kitab Ayyuhal Walad (Wahai Anakku).

“Tema ini adalah perhatian utama para ulama kita sejak dahulu. Generasi muda harus membekali diri dengan nilai-nilai dasar, hikmah, ilmu, dan akhlak agar mampu menjadi bagian dari umat terbaik (khairu ummah),” tegas TGB. Penekanannya menggarisbawahi bahwa pendidikan karakter dan akhlak tidak kalah pentingnya, bahkan mendahului, penguasaan ilmu pengetahuan.

Sebelum mengisi seminar di IAIH Pancor, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah telah lebih dulu berbagi ilmu di Markaz Dakwah dan Qanun Hukum (MDQH) NWDI Pancor. Dalam kuliah umum tersebut, beliau mengupas kitab karyanya tentang Qawaidul Fiqhiyyah (Kaidah-Kaidah Fiqh), menyampaikan pondasi legal filosofis Islam yang melandasi hukum-hukum syariat. Sesi ini menjadi appetizer intelektual sebelum seminar inti, menunjukkan kedalaman narasumber yang tidak hanya menguasai ilmu akhlak tetapi juga hukum Islam.

Acara ini bukan sekadar event seremonial. TGB menaruh harapan besar pada momentum ini. “Kehadiran para ulama Al-Azhar ini dapat membuka cakrawala ilmu bagi para santri dan mahasiswa, serta memperkuat misi dakwah Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.

Seminar ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar transfer ilmu. Ia adalah penegasan kembali komitmen bersama untuk membina generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dengan hikmah dan mulia dengan akhlak. Senandung ukhuwah antara Al-Azhar dan NWDI di Aula Pancor itu berubah menjadi simfoni harapan untuk lahirnya khairu ummah di masa depan. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO