Mataram (suarantb.com) – Pelaksanaan program lima hari sekolah di Mataram, masih dalam tahap uji coba. Dalam prosesnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meminta agar sekolah tidak memperketat pembelajaran selama proses uji coba.
Penekanan ini disampaikan mengingat durasi belajar dalam skema PLHS terbilang lebih panjang ketimbang pola normal. Pembelajaran penuh tanpa diimbangi pendekatan yang menyenangkan dikhawatirkan membuat siswa cepat jenuh.
“Jangan terlalu ketat belajarnya. Jangan mata pelajaran saja, bosan anak-anak,” ujar Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf.
Yusuf menyarankan agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) mesti diselingi dengan permainan yang edukatif dan mengasah kemampuan serta kreativitas siswa.
Dengan pola itu, proses KBM akan terasa lebih menyenangkan tanpa mengurangi substansi edukasinya.
Yusuf menyebut, kegiatan belajar juga dapat dijeda dengan aktivitas-aktivitas lain seperti ibadah. Dengan demikian, siswa tidak hanya dibekali oleh ilmu pengetahuan tapi juga dengan pengalaman spritual.
“Harus relaksasi kegiatan. Kegiatan spritual diperbanyak. Selesai salat Dzuhur disiapkan Imtaq, kemudian siraman rohani, dan motivasi,” tutur Yusuf.
Berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2017, program FDS atau PLHS mengatur sekolah belajar selama lima hari (Senin-Jumat), dengan durasi belajar selama delapan jam per hari.
Program ini bertujuan sebagai upaya pendidikan penguatan karakter (PPK) dan pemenuhan beban kerja guru. Dengan harapan, hari Sabtu dan Minggu dapat dimanfaatkan menjadi waktu libur untuk keluarga dan pengembangan diri guru.
Saat ini, Disdik masih dalam proses uji coba. Uji coba PLHS ini sendiri dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada pekan pertama 12-16 Januari dan 19-23 Januari 2026. (sib)

