Mataram (suarantb.com) – Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Provinsi NTB telah menyebabkan terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor. Tidak sedikit masyarakat yang terdampak akibat bencana tersebut dan memerlukan penanganan cepat.
Melihat kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Lalu Wirajaya menyerukan agar Pemprov NTB memperkuat sinergitas dengan lintas sektoral dalam proses penanganan daerah-daerah yang terdampak bencana.
“Sinergi dan kolaborasi lintas sektoral dalam menangani bencana Hidrometeorologi seperti banjir bandang yang tengah melanda sejumlah wilayah di NTB sangat penting,” ujarnya.
Petinggi partai Gerindra NTB itu mengungkapkan langkah awal yang perlu dilakukan yakni perlu adanya informasi cuaca yang update dari BMKG kepada masyarakat guna mitigasi dan meminimalisir resiko bencana.
“Jadi informasi cuaca ini penting bagi masyarakat, sehingga bisa melakukan mitigasi dan meminimalisir resiko bencana, terutama pada daerah-daerah yang masuk kategori rawan,” ungkapnya.
Terhadap warga yang terdampak banjir seperti di Lombok Barat dan Lombok Tengah. Dia mendorong Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten agar segera turun untuk menanganinya, sehingga dampaknya tidak terlalu parah.
“Kita semua terutama stakeholder terkait harus sigap dan segera menyalurkan bantuan terutama kebutuhan yang paling mendesak, termasuk melakukan evakuasi sedini mungkin,” pungkasnya.
Lebih lanjut anggota DPRD NTB dapil 7 Lombok Tengah ini mengatakan dengan adanya bencana hidrometeorologi ini, menjadi pelajaran untuk semua, agar masyarakat tetap menjaga alam dan lingkungan.
Pemerintah juga menurutnya perlu segera melakukan pengkajian akar masalah yang menjadi pemicu terjadinya bencana banjir bandang. Sehingga kebijakan jangka panjang bisa diambil pemerintah.
“Jadi kita semua masyarakat agar bisa menjaga kebersihan lingkungan. Kemudia Pemerintah segera melakukan pengkajian, apakah sistem drainase kita yang tidak bagus, ataukah sungai kita yang terjadi pendangkalan. Dari hasil kajian ini bisa menjadi langkah penanganan dan antisipasi bencana di masa yang akan datang,” pungkasnya. (ndi)


