Giri Menang (suarantb.com) – Logistik bantuan bencana di Lombok Barat (Lobar) menipis. Bantuan telah disebar di beberapa titik bencana di wilayah setempat, termasuk daerah Sekotong. Pihak BPBD pun mengusulkan tambahan bantuan logistik melalui Belanja Tak Terduga (BTT) yang dikelola di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Kepala Pelaksana (Kalalsa) BPBD Lobar Ramadhan Harianto mengatakan bahwa bantuan logistik khusus kabupaten sudah limit. “Khusus kabupaten limit, tapi kami baru dapat (bantuan) dari Pusat dan provinsi,” kata dia, Senin (19/1/2026).
Pengadaan bantuan pada korban bencana diperoleh pusat dan provinsi. Pihak provinsi sudah turun menyalurkan bantuan ke wilayah Sekotong dan diterima oleh kecamatan. Bantuan diberikan ke kecamatan karena kendaraan pengangkut bantuan waktu itu, tidak bisa naik ke lokasi.
Bantuan ini disalurkan ke sejumlah daerah terdampak bencana, seperti di beberapa Dusun di Sekotong. Di antaranya, Dusun Bengkang, Sap Baru dan Kebeng Desa Persiapan Pengantap. Kemudian ada juga beberapa dusun di desa Persiapan Belongas. Kemudian daerah terdampak di wilayah Lingsar.
Pihaknya pun sudah mengusulkan bantuan logistik bencana. RAB untuk penggandaan bantuan pun telah dibuat pihaknya, kemudian diusulkan melalui BTT. Dimana jumlah BTT mencapai Rp33 miliar. Pihaknya juga telah mengkaji kebutuhan untuk penanganan bencana. “Kami ajukan melalui BTT,” imbuhnya. Kelayakan usulan untuk bantuan ini, tergantung dari hasil kajian.
Sementara itu, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat, mengatakan pihaknya mendampingi Tim BNPB RI ke Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas untuk melakukan survei lokasi terdampak banjir di kedua desa tersebut. Tim ini turun untuk memastikan kondisi riil di lapangan serta membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Selain itu dilakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak berupa sembako, peralatan tidur, peralatan kebersihan dan membersihkan material lumpur pasca bencana. Saat ini lanjut dia, penanganan tanggap darurat bencana masih terus berlangsung. Koordinasi lintas sektor tetap dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Kondisi terkini di wilayah Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Pesisir Mas secara umum mulai berangsur kondusif. Namun demikian, masih terdapat dampak sisa bencana berupa genangan air di beberapa titik, kerusakan fasilitas rumah warga, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak yang masih perlu dipenuhi. “Status tanggap darurat bencana masih diberlakukan guna memastikan penanganan dan pemulihan berjalan optimal,” kata dia. (her)


