spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMEmpat Lingkungan Terdampak Penutupan TPS Lawata

Empat Lingkungan Terdampak Penutupan TPS Lawata

PEMERINTAH Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, mengungkapkan sedikitnya empat lingkungan terdampak akibat penutupan sementara Tempat Penampungan Sampah (TPS) Lawata yang mengalami kelebihan kapasitas. Empat lingkungan tersebut meliputi Lingkungan Pelita, Banjar, Pendidikan, dan Lingkungan Pemuda.

Penutupan TPS Lawata menyebabkan terganggunya alur pembuangan sampah dari lingkungan permukiman warga. Armada pengangkut sampah roda tiga terpaksa mengantre lebih lama karena tidak dapat langsung membuang sampah ke lokasi TPS, sehingga berdampak pada keterlambatan pengangkutan di sejumlah lingkungan.

Lurah Dasan Agung Baru, Rahmat Fakhrurrozi, mengatakan kondisi kesulitan pembuangan sampah tersebut telah berlangsung hampir tiga pekan terakhir. Penumpukan armada roda tiga terlihat semakin padat seiring dengan meningkatnya volume sampah rumah tangga yang terus diproduksi setiap hari.

“Kondisi ini sudah terjadi sekitar dua hingga tiga minggu terakhir. Terlihat antrean armada cukup panjang karena TPS sudah penuh,” ujarnya, Senin (19/1).

Ia menjelaskan, penumpukan sampah dengan durasi cukup lama seperti yang terjadi saat ini merupakan kondisi yang tidak biasa. Pada situasi normal, TPS Lawata mampu menampung sampah dari lingkungan sekitar tanpa menimbulkan antrean panjang maupun dampak langsung bagi masyarakat.

“Kalau sebelumnya, penumpukan seperti ini tidak pernah terjadi dalam waktu lama. Karena itu, dulu tidak sampai berdampak ke masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Rahmat menegaskan bahwa pelayanan pengangkutan sampah di tingkat lingkungan tetap berjalan. Namun, keterbatasan lokasi pembuangan membuat ritme pengangkutan menjadi tidak optimal dan tidak sesuai jadwal seperti biasanya.

“Pengangkutan sampah di lingkungan masih jalan, tetapi memang tidak normal. Armada roda tiga mengalami keterlambatan karena tidak bisa langsung membuang sampah,” ucapnya.

Ia mengakui tidak mengetahui secara rinci jadwal pengangkutan sampah di masing-masing lingkungan. Namun, secara kasat mata terlihat waktu tunggu armada menjadi jauh lebih lama dibandingkan kondisi normal, sehingga berpotensi memicu penumpukan sampah sementara di lingkungan warga.

“Kami tidak tahu pasti berapa kali jadwal angkutnya, tetapi yang terlihat jelas saat ini prosesnya cukup lama,” Pungkasnya.

Meski demikian, lanjut Rahmat, pemerintah tengah mengupayakan agar sistem pembuangan di TPS Lawata kembali berjalan normal. Salah satu opsi yang sedang diterapkan adalah skema TPS buang langsung angkut, sambil menyiapkan alternatif lokasi dan solusi jangka panjang untuk penanganan sampah di wilayah tersebut. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO