spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAIntensitas Hujan Meningkat, BPBD KLU Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Intensitas Hujan Meningkat, BPBD KLU Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Tanjung (suarantb.com) – Intensitas curah hujan yang mulai meningkat pada bulan Januari 2026 ini, sedianya menjadi atensi seluruh masyarakat di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai ancaman banjir bandang, longsor, maupun gelombang tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara, H. M. Zaldy Rahadian, ST., MT., Selasa (20/1/2026) mengungkapkan, kesiapsiagaan seluruh elemen, khususnya masyarakat di titik-titik yang pernah mengalami kejadian bencana perlu ditingkatkan. Intensitas curah hujan yang mulai meningkat menjadi pemicu munculnya potensi bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor.

“Merujuk pada peringatan dini dari BMKG, di mana curah hujan dengan intensitas tinggi menjadi alarm untuk diwaspadai. Kami di BPBD sudah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya dengan memberikan bantuan penanganan sementara agar tidak terjadi kerusakan di lingkungan yang rawan,” ungap Zaldy.

Ia menjelaskan, data BMKG mencatat adanya peringatan dini akibat meningkatnya cursh hujan selama sepekan ini, atau setidaknya sampai Minggu (24/1/2026) mendatang. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan terjadi secara terus menerus menyebabkan volume air bertambah bahkan memicu kelabilan tanah karena adanya tekanan pada struktur.

BPBD juga mengimbau para kepala desa untuk aktif mengantisipasi potensi bencana, khususnya banjir berskala lokal. Salah satu langkah sederhana namun krusial adalah memastikan saluran drainase tetap bersih agar aliran air tidak tersumbat.

“Sejumlah titik yang pernah kejadian bencana, seperti di Desa Tegalmaja dan Kerujuk (Desa Menggala), ongsoran tanah sudah mencapai tebing rumah warga. Tentu potensi bencana terulang perlu diwaspadai,” katanya.

Zaldy menyambung, Lombok Utara dikenal memiliki potensi bencana yang kompleks. Dari 13 potensi ancaman bencana, 11 potensi bisa terjadi sewaktu-waktu di Lombok Utara. Pada musim hujan ini, selain banjir bandang dan longsor, potensi ancaman bisa datang dari pohon tumbang di sepanjang jalan yang dilalui warga.

“Kita juga terus memantau perkembangan cuaca dan mengoordinasikan langkah mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalisir. Pemerintah Desa kita harapkan lebih waspada dan senantiasa mengingatkan masyarakatnya,” demikian Zaldy. (ari)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO