spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMTiga Kepala Daerah akan Bertemu Bahas Permasalahan Sampah

Tiga Kepala Daerah akan Bertemu Bahas Permasalahan Sampah

Mataram (suarantb.com) – Tumpukan sampah di Kota Mataram menjadi permasalahan serius yang harus dituntaskan. Tiga kepala daerah dijadwalkan akan bertemu untuk menjadi solusi jangka panjang.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri menerangkan, protes operator pengangkut sampah sedang dikomunikasikan dengan Pemprov Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Permasalahan ini juga telah diketahui langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, sehingga rencananya akan ada pertemuan dengan tiga kepala daerah untuk membahas solusi dari permasalahan tersebut. “Tiga kepala daerah akan kumpul. Pak Wali, Bupati Lombok Barat, dan Pak Gubernur. Kebetulan Bupati Lobar sedang di luar kota, sehingga kita masih menunggu,” terang Sekda ditemui pada, Selasa (20/1/2026).

Pemkot Mataram kata Sekda, sebenarnya telah menyiapkan skenario penanganan sampah melalui bantuan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Salah satunya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo, di Kelurahan Ampenan Utara.

TPST Kebon Talo dinilai sebagai solusi untuk mengurai tumpukan sampah di ibukota Provinsi NTB. “Sebenarnya skenario itu sudah kita siapkan melalui bantuan pemerintah pusat,” ujarnya.

Alwan mengakui pemerintah kebingungan menjawab tuntutan dari operator pengangkut sampah. Langkah yang dilakukan adalah bahu membahu bersama masyarakat dan melibatkan seluruh ASN, untuk bergotong royong menyelesaikan sampah di Udayana. Kawasan Udayana dinilai paling terdampak akibat kesulitan membuang sampah di Mataram.

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram menegaskan, program ‘Tampah Dedoro’ sebenarnya menjadi alternatif penanggulangan sampah di tingkat lingkungan. “Kalau melihat volume sampah di rumah tangga program tampah dedoro jadi solusi,” ujarnya.

Pemkot Mataram telah membentuk tim khusus untuk menyusun perencanaan sampai monitoring dan evaluasi untuk serius menggarap program tampah dedoro. “Selain membangun TPST dan incinerator. Jadi tampah dedoro ini juga jadi solusi,” jelasnya.

Alwan berharap intervensi program bisa memberikan kontribusi untuk menangani sampah mulai dari skala kecil maupun jangka panjang. (cem)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO