spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBUsai Kasus Keracunan, Pemprov NTB Ingatkan Standar Keamanan Dapur SPPG

Usai Kasus Keracunan, Pemprov NTB Ingatkan Standar Keamanan Dapur SPPG

Mataram (suarantb.com) — Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTB yang kini berjumlah 632 SPPG untuk menjadikan keamanan pangan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya kejadian keracunan 38 siswa akibat mengonsumsi susu di dua sekolah SD/MI di Kabupaten Lombok Tengah.

“Saya menerima laporan adanya keracunan di salah satu kabupaten yang diduga disebabkan susu kedaluwarsa. Temuan susu kedaluwarsa juga dilaporkan ada di kabupaten lainnya. Ini tidak boleh terulang,” tegas Gubernur melalui Juru Bicara (Jubir) Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, Senin, 19 Januari 2025.

Gubernur menekankan, evaluasi tidak hanya soal bahan pangan, tetapi harus menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional SPPG, mulai dari kedisiplinan pelaksana, kualitas dan kemampuan juru masak, hingga proses pembelian bahan pangan.

Pemeriksaan juga mencakup potensi kelalaian dalam pemilihan bahan baku, termasuk kemungkinan penggunaan bahan kedaluwarsa, serta memastikan semua tahapan berjalan sesuai standar, mulai dari pembersihan, proses memasak, pengemasan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Selain itu, mantan Dubes RI untuk Turki itu meminta peningkatan standar sanitasi secara serius, termasuk sterilisasi alat makan, perbaikan kualitas air yang digunakan, serta penataan alur limbah agar tidak menimbulkan kontaminasi silang.

Ia menegaskan Dinas Kesehatan Provinsi maupun kabupaten/kota bersama perangkat daerah terkait harus melakukan pengawasan dan pembinaan secara rutin dan tegas. “MBG adalah program prioritas pemerintah. Kita tidak menginginkan ada kejadian lagi ke depan karena yang paling utama adalah keselamatan penerima manfaat,” tegasnya.

Diketahui, sebanyak 38 murid SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu, 17 Januari 2026 lalu.

Kepala Desa Darmaji, Suhaidi menduga, sebanyak puluhan siswa tersebut mengonsumsi susu MBG di SDN 1 Darmaji dan MI Hadayatussholihin Darmaji pada pukul 09.00 Wita. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO