spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURBanyak Alat Berat di PUPR Lotim Rusak

Banyak Alat Berat di PUPR Lotim Rusak

Selong (suarantb.com) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, pada Selasa, 20 Januari 2026 mengecek langsung kondisi alat berat yang ada di Unit Pengelola Teknis (UPT) Peralatan dan Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Bupati Lotim menyoroti banyaknya alat berat yang sudah rusak berat. Di antaranya alat perbaikan jalan (stum) dan kendaraan operasional lainnya.

Menjawab media di sela kunjungannya, Bupati menegaskan telah memerintahkan Dinas PUPR dan UPT untuk segera melakukan analisa teknis dan biaya terhadap aset-aset tersebut. Diminta data lengkap, maka alat yang masih bisa diperbaiki dan mana yang perlu pengadaan kembali.

PUPR diminta segera usulkan biaya perbaikannya. “Jika biaya perbaikannya rasional, kita perbaiki segera,” tegas Bupati Iron, sapaannya. Adapun yang sudah tidak bisa difungsikan sama sekali dipersilakan untuk dilakukan usulan penghapusan aset.

Halaman Kantor UPT PUPR ini tidak diinginkan dipenuhi barang mangkrak yang tidak bermanfaat. Bupati juga berencana menambah armada baru untuk menutupi kekurangan alat, sehingga UPT mampu bergerak cepat melakukan pemeliharaan rutin.

Bupati meminta UPT PUPR ini bisa bergerak cepat. Ketika menemukan ada jalan yang rusak yang ruasnya tidak seberapa diminta langsung ditangani agar tidak menjadi lebih luas. Semisal panjang jalan 1-2 km dengan kerusakan hanya 50 meter diminta langsung diperbaiki segera oleh UPT. Perbaikan jalan tidak diinginkan terlalu lama menunggu sampai tender pembangunan jalan baru.

Pemkab Lotim di bawah pimpinan H. Haerul Warisin berkomitmen untuk terus meningkatkan kemantapan jalan. Proyek percepatan dengan dana Rp250 miliar sudah mulai dikerjakan. Ada dana sisa Rp21 miliar juga siap segera digunakan. Diminta kepada seluruh kepada desa dan camat setempat untuk mengajukan usulan perbaikan jalan prioritas kawasan ekonomi dan pariwisata.

Saat ini dengan intensitas hujan yang terus terjadi menjadi ancaman terjadi kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan. Bupati mengajak berdoa agar jangan sampai bencana terus terjadi di Lotim. “Mudah-mudahan tidak terjadi lagi bencana,” asanya.

Ketika tidak ada bencana, Bupati memastikan bisa mengalihkan Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk melengkapi peralatan di lingkup Dinas PUPR. “Kalau berkurang bencana, uang BTT kan tidak dipakai sehingga bisa uang itu kita pakai untuk beli stum misalnya,” demikian terangnya.

Kepala Dinas PUPR Lotim, H. Achmad Dewanto Hadi menjelaskan jumlah peralatan yang dimiliki UPT Peralatan dan Laboratorium memang masih terbatas. Masih jauh dari kebutuhan ideal. Apalagi memang sudah banyak yang rusak berat dan tidak bisa difungsikan. Sehingga diperlukan penambahan.

Peralatan ini menjadi salah satu potensi untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di mana, ada pekerjaan swakelola yang pastinya membutuhkan alat berat. Termasuk pekerjaan ringan bisa dilaksanakan perbaikannya secara mandiri dan tidak perlu harus tender.

Sejauh ini sudah berjalan aktivitas sewa alat berat tersebut ke UPT Peralatan. Pengadaan alat berat ini terus akan coba diusulkan penambahannya. Tahun 2026 ini, kata Dewanto, ada penambahan alat dengan nilai Rp3 miliar lebih. Alat tersebut di antaranya adalah kendaraan tronton kecil yang bisa membawa alat berat ke tempat-tempat yang tidak bisa dimasuski tronton besar.

Diakuinya, kondisi peralatan sudah lama. Paling baru 2015 atau 10 tahun lalu. Sudah usulkan ke Bupati untuk menambah atau ganti alat yang baru. Alat yang dimiliki saat ini di antaranya adalah tiga eksavator, tiga stum, satu dam truk, dan peralatan lainnya. “Belum ideal sebenarnya karena belum sesuai dengan kebutuhan, tapi akan kita usulkan terus penambahan baru,” pungkas Dewanto. (rus)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO