Giri Menang (suarantb.com) – Bencana banjir susulan melanda sejumlah daerah di Lombok Barat (Lobar), seperti beberapa daerah di Kecamatan Sekotong dan Labuapi. Selain banjir, angin puting beliung juga melanda sejumlah daerah mengakibatkan belasan rumah warga rusak dan satu warga mengalami luka-luka.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar pun mulai mencarikan Belanja Tak Terduga (BTT) yang dialokasikan Rp30 miliar tahun ini untuk penanganan bencana.
Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini mengatakan, bahwa bencana melanda sejumlah daerah di Lobar. Pihaknya pun telah turun melakukan penanganan bencana di sejumlah daerah. Ia telah menetapkan status darurat bencana, sehingga semua OPD telah bergerak. “Semua OPD bergerak, dan saya rapat dengan jajaran agar lebih cepat lagi responsnya,” tegasnya.
Dinsos, BPBD, dan OPD lainnya bergerak berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Semua pihak didorong mengambil peranan dalam penanganan bencana ini. Dalam penanganan bencana ini, pihaknya mengalokasikan Rp30 miliar BTT. Anggaran BTT ini pun mulai dicairkan.
“Sudah kita langsung (pakai BTT). Itulah gunanya, makanya jangan kritik-kritik kalau saya anggarkan BTT itu,” tegasnya.
Menurut Bupati, di tengah kondisi darurat bencana seperti ini, anggaran BTT ini bisa dipakai. Ia juga menekankan pada jajaran agar begitu mendapatkan informasi, harus divalidasi kebenarannya.
Pada Selasa sore (20/1/2026) sekitar pukul 16.30 Wita, bencana puting beliung menerjang sejumlah wilayah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun belasan rumah warga dilaporkan rusak tersapu angin puting beliung di wilayah Buwun Mas, Desa Persiapan Empol, Sekotong Barat, dan Lembar. Satu orang warga juga mengalami luka-luka.
Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi yang dikonfirmasi media mengatakan bahwa hujan disertai angin kencang melanda wilayah Desa Buwun Mas mengakibatkan rumah-rumah warga di Dusun Sepi rusak. “Sementara 10 unit (rusak) yang sudah masuk laporan. Kebanyakan atap rumah warga diterbangkan angin,” terangnya.
Dari 10 unit rumah itu, tujuh rusak ringan dan tiga rusak berat. Kemudian di Dusun Selodong, ada belasan warga terdampak. Selain Buwun Mas, Desa Persiapan Pengantap dan Belongas juga terdampak. Data kerusakan dampak bencana ini masih dalam proses pendataan di lapangan.
Angin puting beliung juga melanda Dusun Gunung Ketapang, Desa Sekotong Barat mengakibatkan sejumlah rumah dan kios milik warga rusak. “Dua rumah, satu kios rusak. Dan satu orang luka-luka,” kata Kepala Desa Sekotong Barat, H. Saharudin.
Warga terdampak masing-masing atas nama, Dahmur korban rumah rusak. Sabariah, korban rumah rusak. Sarpiah, korban kios rusak dan Sawiyah mengalami luka-luka. “Kerusakan rumah rata-rata bagian atapnya,” imbuhnya.
Selain angin puting beliung, banjir juga menerjang satu dusun di desa itu. Banjir terjadi sejak Senin (19/1/2026) malam sampai dengan Selasa (20/1/2026) pagi. “Sekitar 50 rumah terendam di Dusun Pandanan Bersemi,” imbuhnya.
Pihaknya bersama warga sudah melakukan gotong royong di lokasi kejadian untuk mengurangi genangan banjir. Kejadian inipun sudah dilaporkan ke kecamatan dan Pemkab untuk penanganan lebih lanjut.
Camat Sekotong Andi Purnawan menyampaikan, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk penanganan. Selain di wilayah Sekotong, angin puting beliung juga dilaporkan melanda Dusun Batu Samban. Rumah warga dilaporkan rusak akibat angin puting beliung. (her)


