spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMDebit Sungai Jangkuk Meluap, Tujuh KK di Pejeruk Terdampak

Debit Sungai Jangkuk Meluap, Tujuh KK di Pejeruk Terdampak

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, mengungkapkan debit air Sungai Jangkuk yang tinggi menyebabkan air sungai meluap ke permukiman warga dan merendam dua lingkungan pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya tujuh kepala keluarga (KK) terdampak.

Dua lingkungan yang terdampak luapan air Sungai Jangkuk tersebut yakni Lingkungan Kebon Jeruk dan Lingkungan Pejeruk Abian. Luapan air terjadi sekitar pukul 05.10 Wita dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter atau di bawah lutut orang dewasa.

Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afriady, mengatakan meluapnya air sungai dipicu oleh tingginya debit air Sungai Jangkuk akibat curah hujan yang cukup tinggi. Meski demikian, genangan tidak berlangsung lama karena air mulai surut sekitar pukul 06.00 Wita.

“Di Lingkungan Kebon Jeruk ada lima KK yang terdampak, sedangkan di Lingkungan Pejeruk Abian dua KK. Air masuk ke rumah warga, tetapi tidak terlalu lama karena cepat surut,” ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026.

Bagus menjelaskan, ketinggian air yang masuk ke rumah warga mencapai sekitar 30 sentimeter. Dari tujuh KK terdampak, empat KK di antaranya mengalami dampak cukup parah karena air merendam tempat tidur dan perabot rumah tangga.

Menurutnya, meluapnya air Sungai Jangkuk di dua lingkungan tersebut bukan disebabkan oleh kondisi wilayah yang rendah, melainkan karena posisi sungai berada di jalur tikungan. Kondisi ini membuat aliran air dari hulu mengalir lebih deras dan meluap ke permukiman warga.

“Di titik itu sungainya berbelok atau tikungan, sehingga aliran air dari hulu cukup deras dan akhirnya meluap,” jelasnya.

Pasca-kejadian, pemerintah kelurahan langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Mataram untuk melaporkan kondisi warga terdampak, terutama keluarga yang tempat tidurnya terendam air.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan responsnya cepat. Kemungkinan bantuan yang diberikan berupa penggantian tempat tidur bagi warga yang terdampak,” ungkapnya.

Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, Bagus mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar sempadan Sungai Jangkuk, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, serta menghindari aktivitas di area sungai.

“Kami mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat hujan deras dan debit sungai meningkat,” pungkasnya. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO