BUPATI Bima Ady Mahyudi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyelamatkan dan mengoptimalkan aset wisata sebagai sumber strategis pendapatan asli daerah (PAD).
Penegasan tersebut disampaikan saat evaluasi kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Bima yang difokuskan pada tata kelola aset dan arah kebijakan pengembangan pariwisata daerah.
Bupati Ady Mahyudi menyatakan, aset pariwisata daerah yang dikelola pemerintah memiliki nilai ekonomi tinggi dan harus dijaga agar tidak terbengkalai. Menurutnya, lemahnya pengelolaan aset akan berdampak langsung pada hilangnya potensi pendapatan dan menurunnya daya saing destinasi wisata daerah.
“Penyelamatan aset wisata harus menjadi prioritas. Aset daerah ini adalah modal pembangunan dan tidak boleh dibiarkan rusak atau tidak terkelola,” ucapnya, Rabu (21/1/2026).
Sebagai langkah konkret, Bupati mendorong Dinas Pariwisata untuk menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga dalam pemeliharaan dan pengelolaan destinasi wisata. Skema kemitraan tersebut dinilai dapat menjadi solusi percepatan penataan kawasan wisata agar lebih profesional, tertib, dan bernilai ekonomi.
Menurut Bupati, pariwisata harus diposisikan sebagai sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan PAD secara berkelanjutan. Karena itu, pengelolaan destinasi wisata tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional.
“Pariwisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi juga soal tata kelola aset, kualitas lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pentingnya kebersihan kawasan wisata sebagai fondasi utama pengembangan pariwisata. Ia menyebut kebersihan sebagai indikator awal kesiapan destinasi wisata bersaing dengan daerah lain.
“Kawasan wisata yang bersih adalah syarat mutlak. Sampah plastik harus dikendalikan. Ini menentukan citra pariwisata kita,” katanya.
Ia meminta jajaran Dinas Pariwisata memaksimalkan peran aparatur yang ada untuk menggerakkan budaya bersih, dimulai dari lingkungan kerja hingga ke seluruh destinasi wisata. “Perlu lebih fokus untuk menggalakkan kegiatan kebersihan, dengan mengawali di lingkungan kantor. Kemudian tempat wisata dengan membersihkan sampah-sampah plastik sehingga kita bisa menerapkan zero waste, seperti daerah lain yang sektor pariwisatanya sudah maju,” tandasnya. (hir)


