Dompu (suarantb.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, mengklaim stok obat atau vaksin untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) kosong. Sementara, kasus PMK masih ditemukan meskipun angkanya relatif kecil.
Harga obat yang mahal, tidak memungkinkan Disnakeswan Kabupaten Dompu mengadakan secara mandiri vaksin tersebut. Kekosongan obat PMK juga disebut terjadi pada Disnakeswan Provinsi NTB, sehingga diharapkan dukungan pemerintah pusat.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Provinsi, mereka juga kosong obatnya. Kita berharap bisa segera mendapat dukungan dari pemerintah pusat obatnya,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, S.P., di kantor Bupati Dompu, Senin (19/1/2026) lalu.
Kekosongan obat PMK tidak membuat pihaknya berdiam diri. Petani ternak melakukan modifikasi obat dengan menyesuaikan dengan gejala penyakit yang dialami ternak. Seperti mencampurkan dengan adem sari dan beberapa obat yang biasa dikonsumsi manusia. “Informasinya, sangat manjur. Itu dimodifikasi petani ternak sendiri,” kata Ilham.
Petugas, lanjut Ilham, sejauh ini terus mengedukasi petani ternak dan memanfaatkan obat serta vitamin yang ada untuk ternak. Dengan edukasi yang dilakukan petugas di lapangan, para peternak jauh lebih bijak dan mandiri. Termasuk tidak menyatukan sapi yang sakit dengan sapi yang sehat. Karena PMK sangat cepat menular pada sesame ternak berkaki genap seperti sapi. (ula)


