Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa memastikan status lahan yang menjadi calon lokasi pembangunan sekolah rakyat definitif yang berada di depan Pertamina Badas seluas 26 hektare sudah tidak ada persoalan lagi.
“Kendala utama kemarin karena lahanya masih berstatus Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KPL2B) dan itu sudah kita ubah sesuai revisi RTRW terbaru sehingga tidak menjadi persoalan lagi saat ini,” kata Kepala Bappeda Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo, kepada Suara NTB, Selasa (20/1/2026).
Peralihan status atas lahan dilakukan pemerintah, agar program sekolah rakyat ini bisa di bangun di Sumbawa. Apalagi lokasi pembangunan sekolah rakyat tersebut hanya membutuhkan lahan seluas 10 hektare dan sudah lengkap tinggal diusulkan kembali ke pemerintah.
“Setelah status lahannya sudah siap dan tidak ada masalah. Kami juga akan segera mengusulkan ke pemerintah pusat untuk proses lebih lanjut dengan harapan bisa segera dibangun,” ujarnya.
Disinggung terkait rencana pembangunan sekolah rakyat di Sumbawa, Doktor Deddy mengaku kemungkinan akan dilakukan di tahap ketiga. Ia pun belum bisa memastikan apakah dibangun di tahun ini atau tahun 2027 mendatang,karena masih sangat bergantung pada proses lelang.
“Kalau untuk waktu pembangunan belum bisa kita pastikan kemungkinan bisa di tahun ini atau di tahun 2027 karena tergantung kecepatan proses lelangnya,” ucapnya.
Program sekolah rakyat lanjutnya, dirancang pemerintah untuk memperluas akses dan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat. Fokus utama memberikan layanan pendidikan terjangkau dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, sehingga mereka tidak lagi terhambat dalam mengejar cita-cita.
“Sekolah rakyat merupakan jembatan bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, sehingga mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan inklusif,” timpalnya.
Ia pun meyakinkan, sekolah rakyat ini merupakan investasi jangka panjang, agar anak-anak Sumbawa mendapatkan pendidikan yang layak, berkualitas, dan merata. Tentu yang paling penting yakni tidak membebani kondisi ekonomi keluarga yang rata-rata berada di desil 1 dan 2 Kemiskinan ekstrem.
“Kami berharap dengan adanya sekolah rakyat dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi Sumbawa yang unggul di masa yang akan datang,” tukasnya. (ils)



