spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMAtasi Dampak Banjir Rob dan Abrasi, Pemkot akan Pasang 10.000 Geobag

Atasi Dampak Banjir Rob dan Abrasi, Pemkot akan Pasang 10.000 Geobag

 

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan penanganan jangka pendek untuk mengatasi dampak banjir rob dan abrasi di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pemasangan sekitar 10.000 karung bantalan pasir atau geobag sebagai tanggul darurat penahan gelombang pasang.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan fokus utama penanganan saat ini adalah melindungi permukiman warga dari hempasan gelombang laut dengan membangun tanggul darurat yang diperkuat menggunakan kombinasi geobag dan batu boulder.

“Skemanya kami pasang geobag berisi pasir terlebih dahulu, kemudian ditindih dengan batu boulder. Cara ini sudah kami terapkan sebelumnya di lokasi yang sama dan terbukti cukup efektif serta masih bertahan hingga sekarang,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Menurut Lale, kebutuhan geobag untuk penanganan darurat tersebut diperkirakan mencapai 10.000 unit. Namun, apabila jumlah geobag tidak mencukupi, pihaknya akan menggunakan karung pasir biasa sebagai alternatif sementara.

Penanganan abrasi dan banjir rob ini direncanakan membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer, mulai dari kawasan Pertamina hingga Lingkungan Pondok Prasi. Dari total panjang tersebut, sekitar 400 meter saat ini telah ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram.

“Sisa penanganannya akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), agar penanganan bisa dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik tanggul darurat, Lale menyebutkan Wali Kota Mataram telah menginstruksikan sejumlah langkah tanggap darurat lainnya untuk menjamin keamanan dan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Sudah ada perintah dari Pak Wali untuk mendirikan posko di lokasi terdampak. Dinas Sosial juga sudah membangun dapur darurat dan menyiapkan kebutuhan logistik. Semua itu diarahkan agar segera dilaksanakan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, menegaskan pemerintah daerah juga akan melakukan intervensi terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir rob dan abrasi.

“Saya sudah sampaikan kepada Pak Sekda untuk menindaklanjuti upaya perbaikan dan rekondisi rumah warga yang terdampak,” ujar Mohan.

Pemkot Mataram berharap langkah penanganan darurat ini dapat meminimalkan dampak lanjutan abrasi dan banjir rob, sembari menyiapkan solusi jangka panjang guna melindungi kawasan pesisir Ampenan dari ancaman bencana serupa di masa mendatang. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO