Taliwang (suarantb.com) – Cuaca esktrem berupa hujan deras disertai angin kencang (puting beliung) yang terjadi pada, Selasa 20 Januari 2026, menyasar sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, ada 4 kecamatan yang terdampak. Diantaranya, Kecamatan Taliwang, Brang Ene, Maluk dan Kecamatan Sekongkang.
“Laporan dan hasil pendataan kami menunjukkan kejadian bencana akibat hujan deras dan puting beliung kemarin (Selasa) terjadi di empat kecamatan,” terang Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah, Rabu (21/1/2026).
Dampak dari cuaca ekstrem itu, terjadi pada beberapa titik di masing-masing kecamatan. Abdullah merinci di Kecamatan Taliwang tercatat di Desa Labuhan Lalar, Desa Banjar, Desa Lamunga hingga di Kelurahan Telaga Bertong.
Di Kecamatan Maluk titik terdampak terjadi di Desa Mantun, Maluk dan Pasir Putih. Di Kecamatan Brang Ene titik terdampak di Desa Manemeng dan Desa Mura. Sementara di Kecamatan Sekongkang titik terdampak di Desa Talonang Baru.
Dari seluruh wilayah kecamatan itu, kerusakan yang dialami warga rata-rata pada rumahnya. Menurut Abdullah, angin kencang yang menerpa disertai hujan deras itu membuat rumah-rumah warga rusak pada bagian atapnya. “Ada juga yang tertimpa pohon rubuh di Maluk. Tapi sebagian besar tersapu angin puting beliung,” paparnya seraya menyampaikan jumlah rumah warga yang rusak.
“Totalnya dari semua kecamatan ada 29 rumah warga yang rusak,” sambungnya.
Terhadap warga yang rumahnya mengalami keruskan, Abdullah menyatakan, pascakejadian pihaknya langsung menerjunkan personil untuk membantu warga melakukan rekonstruksi. Rumah-rumah warga yang kondisinya tidak rusak parah langsung diperbaiki. “Kami juga terus melakukan pendataan dan sekalian menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak,” ujarnya.
Saat ini Abdullah menyatakan, kondisi cuaca di wilayah Sumbawa Barat secara umum belum kondusif. Berdasarkan laporan BMKG potensi hujan sedang hingga deras disertai angin kencang masih dapat sewaktu-waktu terjadi hingga tanggal 26 Januari mendatang. “Ada bibit siklon yang terus mendekat ke arah NTB dari selatan. Dan dampaknya turut terjadi di wilayah kita ini juga,” tukasnya.
Dengan potensi cuaca ekstrem itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi secara mandiri, guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak cuaca ekstrem yang dapat sewaktu-waktu terjadi di lingkungannya. “Kalau ada pohon di samping rumahnya yang membahayakan jika angin kencang segera dipangkas saja. Atau perkuat juga struktur bagjan atap rumahnya karena angin saat hujan bisa berubah jadi puting beliung,” tuturnya.(bug)



