spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBGubernur Iqbal Berangkatkan Umrah 33 Warga NTB

Gubernur Iqbal Berangkatkan Umrah 33 Warga NTB

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal memberangkatkan umrah 33 warga NTB. Mereka adalah orang-orang terpilih yang dinilai berkontribusi pada pembangunan daerah. Namun, dalam pengabdiannya kurang mendapat apresiasi sehingga gubernur berinisiatif memberikan hadiah memberangkatkan ke tanah suci.

33 warga NTB yang akan berangkat ke Mekkah hari ini, Kamis, 22 Januari 2026 berasal dari berbagai unsur. Ada dari Aparatur Sipil Negara (ASN), jurnalis, Kader Posyandu, Office Boy (OB) di lingkungan Pemprov NTB, sopir, tukang kebun, hingga penjaga sekolah yang telah mengabdi puluhan tahun.

“Orang-orang yang selama ini ikut berkontribusi membangun NTB, tetapi tidak tampak di permukaan. Hari ini sebagian dari mereka kita berangkatkan untuk umrah,” ujarnya usai pelepasan di Pendopo Gubernur, Rabu, 21 Januari 2025.

Iqbal menyatakan, apresiasi terhadap mereka-mereka yang selama ini berkontribusi terhadap pembangunan daerah akan terus berlanjut. Namun begitu, tetap memperhatikan anggaran daerah. Sebab, keberangkatan sebagian dari 33 orang tersebut memang berasal dari APBD, ada juga yang bersumber dari dana pribadi Gubernur.

“InsyaAllah ada program yang memang di Pemda. Dari Pemprov memang ada program khusus untuk ASN Pemprov yang terbaik itu kita berikan umrah dan itu kita memang anggarkan. Kalau yang ini (di luar ASN) pribadi ya dari Allah lah yang ngasih lewat saya,” sambungnya.

Mantan Dubes RI untuk Turki itu membeberkan, banyak dari tenaga pembantu pembangunan daerah selama ini kurang mendapat apresiasi. Misalnya saja, Kader Posyandu di NTB sebanyak 41 ribu orang, mereka bekerja dalam diam membantu mengentaskan angka stunting di daerah. Begitupun dengan guru atau penjaga sekolah, dengan gaji hanya Rp150 ribu, mereka ikhlas mendidik generasi muda NTB.

“Mereka lah orang pertama yang dicari oleh masyarakat kita, bukan nyari gubernur. Nyarinya kadang-kadang posyandu ketika menghadapi masalah dan saya merasa sudah sepantasnya,” katanya.

Terpisah, Penjaga SMK 1 Dompu, Munahir yang telah mengabdi selama 34 tahun dengan deraian air mata haru mengatakan tidak pernah membayangkan akan mendapatkan hadiah umrah dari gubernur. “Saya luar biasa terharu, saya juga sedih melihat raut mukanya Bapak Gubernur. Sedih sekali saya. Yang mudah-mudahan Bapak Gubernur sehat-sehat selalu,” katanya.

Munahir mengaku awalnya hanya berniat datang ke Kantor Gubernur untuk mengambil Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK Paruh Waktu. Namun tanpa disangka, ia justru mendapatkan rezeki berupa hadiah umrah. “Saya ingin kepikiran saya ingin datang mengambil SK saja. Tiba-tiba ada rezeki saya mengambilkan SK, tiba-tiba dikasih oleh rahmat saya,” tuturnya.

Sebelum tanggal 23 Desember 2025, ia mengaku tidak pernah bahkan tidak ada sedikitpun terbesit pikiran untuk berumrah. Bukan karena tidak ada keinginan, melainkan karena masalah biaya. “Tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Munahir memulai kariernya di SMKN 1 Dompu sebagai penjaga malam dan petugas kebersihan. Hingga kini, ia masih setia bekerja di sekolah yang sama sebagai sekuriti. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO