spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaBIMABanjir Kembali Rendam Puluhan Rumah di Bima

Banjir Kembali Rendam Puluhan Rumah di Bima

 

Bima (suarantb.com) – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima. Peristiwa ini disebabkan hujan sedang hingga lebat yang terjadi pada, Kamis (22/1/2026). Bencana ini mengakibatkan puluhan rumah warga terendam, fasilitas umum terdampak, serta ratusan warga terkena dampak langsung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda mengatakan banjir kembali terjadi akibat luapan air dari gunung dan tidak berfungsinya drainase secara optimal di sejumlah lokasi. Ketinggian air bervariasi antara 10-50 sentimeter, menggenangi permukiman, jalan, dan fasilitas umum.

“Banjir terbesar terjadi di Kecamatan Tambora dan Kecamatan Palibelo. Saat ini kondisi air sudah surut dan warga mulai melakukan pembersihan,” ujar pada Jumat (23/1).

Di Kecamatan Tambora, banjir terjadi di Desa Labuan Kananga sekitar pukul 06.00 Wita. Derasnya aliran air dari gunung menyebabkan drainase desa tidak mampu menahan debit air, sehingga air meluap ke permukiman warga dan jalan raya. Ketinggian genangan tercatat antara 10-30 sentimeter.

“Sebanyak 48 unit rumah warga terendam banjir dengan total 48 kepala keluarga terdampak. Warga terdampak tersebar di tiga RT, yakni RT 01 sebanyak 25 KK, RT 03 sebanyak 20 KK, dan RT 04 sebanyak 3 KK. Selain rumah warga, satu unit fasilitas pendidikan SDN 02 Labuan Kananga dan satu unit kantor Desa Labuan Kananga juga terendam banjir,” paparnya.

Nurul Huda menyampaikan, dari kejadian itu tidak ada korban yang dievakuasi atau mengungsi. Masyarakat memilih membersihkan sisa lumpur yang masuk di area pemukiman mereka. “Banjir sudah surut. Warga melakukan pembersihan lumpur secara mandiri. Untuk lahan pertanian dan infrastruktur umum lainnya masih dalam proses pendataan,” katanya.

Banjir juga melanda Desa Bre, Kecamatan Palibelo, sekitar pukul 19.00 Wita. Luapan air menggenangi permukiman warga, jalan pemukiman, dan lahan pertanian dengan ketinggian air antara 10-50 sentimeter. Banjir menggenangi rumah warga di RT 01 dan RT 02 Desa Bre.

Dampak kejadian tersebut menyebabkan enam unit rumah terendam dan enam kepala keluarga atau 19 jiwa terdampak. BPBD mencatat banjir di wilayah ini kerap berulang setiap hujan dengan intensitas tinggi. “Penyebab utama banjir karena drainase tidak mampu menampung debit air dan adanya sampah yang menyangkut di jembatan,” sebutnya.

Ia menambahkan, banjir di Desa Bre mulai berangsur surut dan warga melakukan pembersihan lumpur. Tidak terdapat pengungsian akibat banjir tersebut. Pendataan terhadap dampak lahan pertanian dan infrastruktur umum masih terus dilakukan.

Kerusakan juga terjadi pada ruas jalan lintas Parado–Tente tersebut, diduga dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Parado selama dua hari terakhir.

Curah hujan tinggi membuat struktur tanah di sekitar Dam Pela Parado menjadi labil, sehingga memunculkan retakan memanjang dan menyebabkan sebagian badan jalan terbelah.

Kondisi itu berdampak langsung pada akses transportasi warga. Untuk sementara, ruas jalan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat belum bisa melintas karena dinilai membahayakan keselamatan. Jika kerusakan bertambah parah dan tidak segera ditangani, warga dari lima desa di Kecamatan Parado terancam

BPBD Kabupaten Bima telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta unsur TNI-Polri. Tim BPBD melakukan pengamatan lapangan, pendataan, kaji cepat, dan penanganan darurat di wilayah terdampak. “Kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan tanggap darurat serta logistik dan peralatan,” tutupnya. (hir)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO