Mataram (suarantb.com) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB mengingatkan sekolah untuk terus mengantisipasi dampak bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda NTB beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, memprakirakan akan terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB pada periode 20 hingga 26 Januari 2026.
Akibat cuaca ekstrem itu, sejumlah wilayah di NTB terdampak bencana, seperti banjir, pohon tumbang, hingga tiang listrik roboh.
Plt. Kabid SMA Dikpora NTB, Muazzam, di Mataram, Kamis, 22 Januari 2026 memperingatkan agar sekolah-sekolah di NTB berhati-hati dan tetap waspada terhadap potensi tersebut.
“Untuk teman-teman Kepala Sekolah tolong juga diperhatikan kondisi cuaca, jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Sampai saat ini, pihaknya belum menerima laporan terkait sekolah jenjang SMA sederajat yang terdampak bencana. Namun, upaya pencegahan perlu dilakukan. Terutama, sekolah-sekolah yang berada di wilayah rentan dan rawan terjadi bencana.
Ia juga meminta sekolah melakukan langkah antisipatif demi meminimalisasi dampak cuaca ekstrem. Upaya-upaya antisipatif yang dimaksud di antaranya, menjaga kebersihan, dan memastikan tidak terjadi penumpukan sampah di selokan area sekolah.
“Minimal pada saat kondisi normal kebersihan lingkungan (dijaga). Jangan sampai membuang sampah di aliran-aliran air yang kira-kira pada saat hujan nanti rawan menimbulkan sumbatan-sumbatan,” tuturnya.
Menurut Muazzam, langkah-langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya kerap kali dilupakan. Padahal, upaya kecil itu merupakan langkah mitigasi untuk mencegah bencana terjadi.
“Kepala-kepala sekolah perlu mengimbau kepada warga sekolah. Bukan hanya kepada anak-anak saja, tapi juga ke bapak ibu guru. Karena itu bagian dari langkah antisipasi yang perlu,” tandasnya. (sib)


