Tanjung (suarantb.com) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Penanaman Modal PTSP dan Naker KLU, memberikan pelatihan gratis kepada warganya yang masih belum memiliki pekerjaan. Langkah ini sebagai upaya intervensi untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan derajat ekonomi kelompok keluarga miskin ekstrem.
Kepala UPTD BLK Lombok Utara, Eka Tuskaryanti di sela-sela pelatihan Rabu (21/1/2026), mengungkapkan upaya intervensi pengangguran dan kemiskinan terus dilakukan, tak terkecuali oleh Dinas PMPTSP. Melalui UPTD BLK Kabupaten, pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan sumber daya manusia dilakukan dengan melibatkan partisipasi anggota rumah tangga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Peserta pelatihan direkrut secara selektif, diutamakan bagi warga yang masuk kategori DTKS,” ujar Eka.
Kelompok peserta sasaran pelatihan BLK ini, ujar Eka, dinilai rawan risiko sosial. Pasalnya, di kalangan rumah tangga tersebut dikhawatirkan masih terdapat anak putus sekolah dan korban kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karenanya, untuk meningkatkan daya saing di masyarakat, segmen DTKS ini dibekali keterampilan agar bisa membuka usaha pasca-pelatihan.
“Ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi upaya konkret Pemda untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan keterampilan kerja masyarakat,” imbuhnya.
Pelatihan ini terbagi dalam beberapa keahlian. Seperti memasak, menjahit, bengkel, pertukangan, hingga keterampilan lain yang dibutuhkan dunia kerja, seperti perhotelan. Untuk saat ini, pelatihan diikuti oleh 16 peserta.
“Selama pelatihan, peserta tidak dipungut biaya. Sebaliknya, peserta mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari seragam pelatihan, alat tulis kantor (ATK), konsumsi dan sertifikat kompetensi,” ujarnya.
Peserta yang lulus dalam pelatihan BLK akan diintegrasikan dengan Bidang Ketenagakerjaan di Dinas. Peserta dibantu untuk dihubungkan dengan berbagai perusahaan yang membutuhkan kualifikasi sesuai output pelatihan.
Pihaknya berharap, pola ini akan mempermudah sumber daya pencari kerja di Lombok Utara untuk mengakses lowongan yang tersedia, baik pemerintahan maupun swasta. Namun demikian, alumni pelatihan BLK juga bisa membangun usaha secara mandiri dengan catatan memiliki modal yang dibutuhkan. (ari)


