Selong (suarantb.com) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) membutuhkan pengawas yang cukup banyak, mengingat banyaknya jumlah sekolah di Kabupaten Lombok Timur, baik tingkat SD maupun SMP sederajat. Secara kuantitas di Kabupaten Lombok Timur, jumlah pengawas masih jauh dari angka ideal. Lotim masih kekurangan puluhan pengawas.
Melihat fakta itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengambil langkah strategis dengan melantik 29 pengawas sekolah baru. Pelantikan yang digelar di Aula Andayani Dinas Dikbud setempat pada Jumat (23/1/2026) pagi ini bertujuan memperkuat fungsi pengawasan di dunia pendidikan.
Kepala Dinas Dikbud Lotim, Muhammad Nurul Wathoni, mengungkapkan bahwa sebelum penambahan, Lotim hanya mengandalkan 44 pengawas sekolah. Dengan dilantiknya 29 orang tersebut, total pengawas aktif kini menjadi 73 orang.
Penambahan ini pun belum mencukupi kebutuhan ideal. Berdasarkan perhitungan ideal, kebutuhan pengawas di Kabupaten Lombok Timur mencapai sekitar 170 orang. Dengan demikian, Lotim masih kekurangan 100 pengawas.
Mantan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lotim ini menegaskan komitmennya untuk melakukan penambahan secara bertahap. Ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar tersedia ruang dan kesempatan seleksi bagi guru-guru yang berpotensi.
Ia juga menjelaskan perubahan mendasar dalam mekanisme pengangkatan pengawas saat ini, yang kini mengedepankan sistem dan kompetensi murni. Calon pengawas harus mendaftar melalui sistem online dan mengikuti uji kompetensi. Hanya mereka yang lulus yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Pengangkatan pengawas baru ini katanya harus melalui sistem dan uji kompetensi. “Kalau tidak lulus, memang tidak bisa menjadi pengawas,” jelasnya.
Menyikapi masih besarnya kekurangan, Dinas Dikbud akan aktif mendorong guru-guru yang memiliki kompetensi tinggi, pengalaman luas, dan pengalaman manajerial untuk mengikuti seleksi sesuai regulasi yang berlaku.
Mengenai tugas pokok, Wathoni menyebutkan bahwa tanggung jawab pengawas telah diatur dalam peraturan kementerian. Mereka bertugas memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai regulasi dan program-program Kementerian Pendidikan terlaksana dengan baik di sekolah, dengan berpedoman pada rapor pendidikan masing-masing satuan pendidikan.
Pelantikan 29 pengawas baru ini diharapkan tidak hanya menambah jumlah, tetapi juga menjadi langkah awal yang signifikan untuk meningkatkan kualitas pengawasan, yang pada akhirnya mendorong peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan di Lotim. (rus)


