Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pelaksanaan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa berlangsung khidmat di halaman kantor Bupati meski diguyur hujan dengan durasi yang cukup lama, Kamis (22/1/2026).
Upacara peringatan HUT ke-67 mengusung tema “Gerak Bersama, Sumbawa Unggul”. Tema tersebut diangkat sebagai refleksi semangat kolektif dalam membangun daerah yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Turut hadir dalam upacara tersebut Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal beserta Ibu Hj. Sinta Agathia M. Iqbal, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori beserta Ibu Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori. Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, mengatakan, peringatan HUT ke-67 menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan arah pembangunan daerah. Hal ini juga merupakan tahun pertama kepemimpinan Jarot–Ansori yang difokuskan pada konsolidasi dan penguatan fondasi tata kelola pemerintahan, termasuk penyusunan RPJMD 2025–2029.
“Alhamdulillah di tahun pertama kita bisa kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), termasuk percepatan digitalisasi pengawasan, hingga penataan arah pembangunan agar lebih terukur dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Haji Jarot melanjutkan, di bidang pembangunan manusia dan ekonomi, Pemerintah melakukan penguatan sumber daya manusia sebagai investasi strategis jangka panjang. Program MBG, operasional sekolah rakyat, pembangunan BLK, serta pemberian beasiswa kedokteran dan farmasi menjadi wujud komitmen peningkatan kualitas manusia.
Di sektor ekonomi, pembangunan digerakkan dari desa melalui Koperasi Merah Putih, penguatan UMKM, kampung nelayan, serta dorongan hilirisasi komoditas unggulan. “Kami tidak ingin Sumbawa selamanya hanya menjual bahan mentah, tetapi menjadi daerah pencipta nilai tambah dan penggerak ekonomi berbasis produksi,” ujarnya.
Pembangunan infrastruktur, pertanian, lingkungan, dan kawasan strategis juga terus didorong secara bertahap dan berkelanjutan. Hal itu dimulai dari peningkatan indeks jalan mantap, pembangunan jalan wilayah selatan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Kami juga melakukan penguatan ketahanan pangan, hingga program Sumbawa Hijau Lestari, pengembangan ekonomi biru kawasan Samota. Seluruh ikhtiar tersebut dirangkai dalam Program Unggulan Jarot–Ansori dengan semangat kolaborasi,” jelasnya.
Haji Jarot menegaskan kemajuan Sumbawa tidak dibangun oleh satu periode kepemimpinan, melainkan oleh kebersamaan, kerja yang jujur, serta komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan daerah demi generasi mendatang.
“Peringatan hari jadi menjadi pengingat, pembangunan di Sumbawa tidak semata diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kekuatan nilai kebersamaan. Gotong royong dalam menyatukan langkah dan harapan seluruh warganya menuju masa depan yang unggul, maju, dan sejahtera,” tukasnya. (ils)


