Mataram (suarantb.com) – Museum NTB tengah merevitalisasi ruang perpustakaan. Tujuannya, agar operasional perpustakaan kembali optimal dan dijadikan sebagai sumber literatur tentang kedaerahan di NTB.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam mengatakan, saat ini proses revitalisasi tersebut berlangsung. “Ya, mungkin sekarang sudah 95 persen (hasil perbaikannya),” ujar Nuralam.
Perpustakaan museum akan difokuskan untuk mengoleksi literatur-literatur kebudayaan, sejarah, maupun khazanah kedaerahan.
“Untuk perpustakaan museum itu kita mau fokuskan ke yang sifatnya lokal. Seperti kebudayaan lokal, sejarah lokal, antropologi lokal, kesenian lokal,” jelas Nuralam.
Ia berharap, peneliti maupun mahasiswa dapat melakukan penelitian tentang kedaerahan. Penelitian dengan isu kelokalan ini menurutnya penting, sebab dapat menjadi salah satu upaya pemajuan kebudayaan di NTB.
“Kami akan menjadikan perpustakaan museum NTB sebagai pusat pemajuan kebudayaan,” tuturnya.
Dengan adanya perpustakaan museum ini, literatur kedaerahan akan semakin terjaga dan terakses. “Sehingga orang kalau mau cari informasi tentang sejarah NTB, sejarah Lombok, sejarah Sumbawa, nanti bisa difasilitasi oleh pengelola perpustakaan,” tandasnya.
Sementara itu, Salsabila Luqyana, pengelola perpustakaan Museum NTB menjelaskan, bahwa koleksi-koleksi perpustakaan Museum NTB didominasi literatur tentang ilmu sosial, sejarah, hingga kesenian lokal.
“Karena namanya museum kan (ruang) seni, jadi buku-buku kesenian banyak,” ujarnya.
Ia juga menerangkan bahwa keberadaan museum ini memang diperuntukkan untuk kebutuhan penelitian pegawai museum itu sendiri.
Alhasil, koleksi-koleksi buku di museum juga dipenuhi oleh hasil kajian tentang kebudayaan dan khazanah kedaerahan NTB.
“Tahun 1980-an itu mulai dah kajian-kajian tentang NTB karena ada konservasi-konservasi cagar budaya, eskapasi-eskapasi, pemugaran-pemugaran itu datanya ada di sini,” tuturnya.
Perpustakaan Museum NTB ini, direncanakan terbuka serta dapat diakses oleh umum. Dengan adanya perpustakaan yang mengoleksi literatur lokal, khazanah kebudayaan daerah semakin terjaga dan upaya pemajuan kebudayaan menjadi lebih serius. (sib)


