Praya (suarantb.com) – Upaya modernisasi bangunan puskemas terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Dari 30 puskesmas yang ada di Loteng, total sudah 25 puskesmas yang selesai dimodernisasi menjadi puskesmas prototipe hingga akhir tahun 2025 lalu. Sisanya akan diupayakan dituntas dalam dua tahun ke depan.
“Masih ada sisa lima lagi puksesmas yang belum prototipe,” ujar Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., kepada Suara NTB di Desa Pengadang, Kamis (22/1/2026) lalu.
Puskesmas prototipe sendiri merupakan desain standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Mencakup struktur dan interior bangunannya. Mulai dari tata letak ruang, sarana prasarana ramah lingkungan hingga zonasi yang efisien. Standarisasi tersebut dimaksudkan untuk menudukung peningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar.
Pathul mengatakan, Pemkab Loteng menargetkan seluruh puskesmas sudah menjadi puskesmas prototipe paling tidak tahun depan. Di mana untuk tahun ini ada dua puskesmas yang akan dibangun ulang sesuai desain puskesmas prototipe. Yakni Puskesmas Aik Darek serta Puskesmas Langko.
Sementara tiga puskesmas lainya yakni Puskesmas Praya, Puskesmas Batujai serta Puskesmas Ganti akan diupayakan tahun depan. “Kita upayakan semua puskesmas di Loteng dibenahi,” sebutnya.
Pemkab Loteng sendiri memang sangat serius memperhatikan peningkatan kualitas sarana kesehatan di daerah. Terutama puskesmas sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat. Dengan dukunga sarana pendukung yang memadai tersebut, harapanya masyarakat bisa menikmati layanan kesehatan yang maksimal pula.
Diakuinya, kalau dari sisi jumlah memang masih jauh rasio antara jumlah fasilitas kesehatan dengan jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,1 juta jiwa, maka rasionya sekarang ini 1 puskesmas melayani hampir 30 sampai 40 ribu jiwa. Jadi kalau dirata-ratakan, dalam sehari satu puskesmas di Loteng harus melayani sekitar 1.000 jiwa.
Rasio tersebut jelas masih jauh dari angka ideal. Terlebih dengan laju pembangunan yang kian pesat di Loteng, kebutuhan akan fasilitas kesehatan kedepan semakin tinggi. Dengan berbagai rencana pembangunan kedepanya jelas akan mengundang orang makin banyak datang dan tinggal di Loteng. Sehingga akan turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang layak.
Namun, paling tidak untuk saat ini, kalaupun jumlah puskesmas belum memadai kualitas sarana prasarananya bisa lebih baik. Karena untuk membangun satu puskesmas prototipe tidak murah. Butuh anggaran besar antara Rp6-7 miliar untuk satu puskesmasnya. (kir)

