spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAKondisi TPA Rabases Memprihatinkan

Kondisi TPA Rabases Memprihatinkan

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Kepala UPTD Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa, Yulhaidir mengaku kondisi ketersediaan stockpile tanah untuk menimbun jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah sangat menipis. Hal ini mengakibatkan kondisi TPA Rabases memprihatinkan.

“Kalau kita hitung stokfile yang tersedia saat ini hanya akan mampu bertahan selama 3 bulan. Bahkan saat ini sudah tidak ada lagi gunung yang bisa dimanfaatkan di sekitar lokasi,” katanya kepada Suara NTB, Jumat (23/1/2026).

Yul menjelaskan, persediaan tersebut merupakan tanah yang bercampur batu untuk memudahkan akses kendaraan mengangkut sampah. Ia berharap agar pemerintah bisa menyiapkan lokasi lain, agar pelayanan pengangkutan sampah tidak terkendala.

“Saat ini kondisi jalan menuju TPA sangat licin. Kalau lewat dari tiga bulan itu maka kami akan sangat kesulitan untuk mengangkut sampah ke TPA karena jalannya tidak bisa dilalui,” ucapnya.

Selain itu, kondisi TPA saat ini juga sangat memprihatinkan terutama sampah yang dihasilkan oleh masyarakat yang meningkat selama musim hujan. Volume sampah di TPA saat ini sudah hampir rata dengan bukit yang akan di sekeliling TPA.

“Kondisi TPA saat ini sudah memprihatinkan terutama sampah yang dihasilkan rumah tangga. Bahkan dalam beberapa minggu terakhir, sampah dari ranting pohon meningkat signifikan hingga 12 truk,” ujarnya.

Terkait dengan kondisi tersebut, pemerintah saat ini tengah mendorong agar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) bisa terwujud di Sumbawa. Hal tersebut dilakukan untuk menekan pembuangan sampah secara langsung ke TPA.

“Kami akan terus mendorong agar TPST bisa terwujud, sehingga ada pemilihan sebelum sampah tersebut masuk ke TPA sekaligus memperpanjang umur TPA,” Jelasnya.

Sementara, untuk proses perizinan untuk rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Raberas sudah selesai dilakukan tinggal menunggu realisasi anggaran untuk pembangunannya.

“Jadi, proses izin sudah selesai baik itu Detail Engineering Design (DED), Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) tinggal kita menunggu anggaran,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO