spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURPelaku UMKM Pembuat Roti Belum Rasakan Dampak Nyata MBG

Pelaku UMKM Pembuat Roti Belum Rasakan Dampak Nyata MBG

Selong (suarantb.com) – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Timur sebagian besar belum mendapatkan manfaat dari kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya pengakuan pengusaha roti asal Dusun Bile Sundung Desa Paokmotong Kecamatan Masbagik.

Ditemui di rumahnya yang juga tempatnya produksi roti, Suhamdi mengisahkan pengalamannya membangun usahanya. Ketangguhan seorang pengusaha mikro ditunjukkan oleh Suhamdi, pemilik Kiara Bakery asal Dusun Bile Sundung, Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. Dengan tekad kuat, ia membangun usahanya dari titik nol tanpa bantuan modal pemerintah, menghadapi hantaman pandemi, dan kini bangkit kembali dengan sejumlah inovasi.

“Kita merintis dari nol, istilahnya tidak pernah ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Modal awalnya cuma punya satu karung tepung,” kenang Suhamdi saat menceritakan awal mula bisnisnya pada tahun 2018.

Perjalanannya tidak mulus. Usaha yang mulai berkembang sempat terhempas akibat pandemi Covid-19. “Kita bangkit, jatuh lagi karena ada Corona, semua usaha hancur. Jadinya sekarang bangkit lagi untuk perkembangan roti kita Kiara Bakery,” ujarnya penuh semangat.

Kiara Bakery memproduksi beragam produk, seperti donat, roti tawar, brownies, serta roti kecil isi susu Milkita yang dijual seharga Rp2.000 per biji. Saat ini, kapasitas produksi mencapai delapan karung tepung terigu per hari atau setara dengan 200 kg (2 kuintal). Hasil produksi terutama dikirim ke toko frozen food dan beberapa pengecer (reseller).

Pasar Kiara Bakery telah menjangkau hingga Lombok Tengah, termasuk ke daerah Praya. Namun, perluasan ke Kota Mataram masih menjadi tantangan karena terkendala distribusi. Suhamdi juga mengakui persaingan pasar kerap menjadi kendala, seperti saat musim panen buah di mana permintaan roti bisa menurun.

Di balik kisah bangkitnya usaha ini, Kiara Bakery berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Usaha ini melibatkan 12 karyawan tetap dan didukung oleh sekitar 20 reseller yang membantu pemasaran.

Dengan modal keuletan dan komitmen untuk terus berinovasi, Suhamdi dan Kiara Bakery membuktikan bahwa usaha mikro bisa bertahan dan berkembang meski dihantam badai krisis, sambil terus berkontribusi bagi perekonomian masyarakat sekitar. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO