spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaBIMAJalan Provinsi Tente-Parado Terbelah, Akses Warga Terancam Putus

Jalan Provinsi Tente-Parado Terbelah, Akses Warga Terancam Putus

Bima (suarantb.com) – Bencana pergeseran tanah menyebabkan ruas jalan provinsi lintas Tente-Parado di Kabupaten Bima mengalami kerusakan serius. Badan jalan dilaporkan retak, terbelah, dan mengalami penurunan, sehingga mengancam kelancaran akses warga antarwilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 Wita, di So Sambi Lambe, Desa Paradowane, Kecamatan Parado.

“Akibat pergeseran tanah, badan jalan mengalami retakan dan terbelah sepanjang kurang lebih 100 meter. Saat ini hanya kendaraan roda dua yang masih bisa melintas,” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Nurul, kerusakan jalan dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus selama sepekan terakhir. Kondisi jalan kini dinilai rawan dan membahayakan, terutama bagi kendaraan roda empat.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Parado Rato, M. Saleh. Ia menyebutkan, kerusakan paling parah terjadi pada ruas jalan provinsi Parado-Tente tepat di atas DAM Pela Parado. Struktur jalan mengalami keretakan, patah, dan penurunan signifikan dari kondisi normal.

“Jalan sudah turun akibat longsor. Kondisinya sangat berbahaya, khususnya bagi kendaraan roda empat,” ujarnya.

M. Saleh menambahkan, selain hujan dengan intensitas tinggi, kerusakan lingkungan turut memperparah situasi. Berkurangnya tutupan hutan di sekitar lokasi jalan dinilai berkontribusi besar terhadap terjadinya pergeseran tanah.

“Kurangnya kesadaran dalam menjaga kelestarian hutan, baik di bagian atas maupun bawah jalan, menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan,” katanya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat Parado mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah cepat. Salah satunya dengan menyiapkan jalur alternatif agar konektivitas antara Kecamatan Parado dan Kecamatan Monta tetap terjaga.

“Kami berharap segera dibuatkan jalan alternatif supaya aktivitas warga tidak lumpuh,” tegas M. Saleh.

Sementara itu, hasil pantauan langsung Ketua Karang Taruna sekaligus tokoh pemuda setempat, Junaidin, menunjukkan bahwa penurunan tanah pada badan jalan juga diperparah oleh kualitas pengerjaan jalan yang dinilai tidak memadai.

“Buruknya pengerjaan hotmix serta tidak adanya drainase yang layak memicu retakan dan penurunan tanah sepanjang kurang lebih 50 meter,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, hingga kini warga masih terpaksa melintasi jalan rusak tersebut untuk beraktivitas ke kecamatan lain. Kondisi ini dinilai sangat berisiko.

“Jalan ini bisa longsor kapan saja. Sampai sekarang belum ada penanganan konkret, selain pemasangan garis tanda bahaya,” ujarnya.

Junaidin menegaskan, jika tidak segera dilakukan perbaikan, akses Parado berpotensi terputus total.

Saat ini, BPBD Kabupaten Bima bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi guna menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan pembukaan jalur alternatif untuk menjaga akses dan keselamatan warga. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO