spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAM300 Lebih CJH Kota Mataram Lansia

300 Lebih CJH Kota Mataram Lansia

 

Mataram (suarantb.com) – Kementerian Haji dan Umrah Kota Mataram, telah merilis 854 calon jamaah haji (CJH) reguler dan 335 cadangan di tahun 2026. Dari data itu, sejumlah 300 lebih merupakan CJH lansia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang ditemui di ruang kerjanya pada, Senin (26/1/2026) mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Kementerian Haji dan Umrah bersama Ikatan Persaudaran Haji Indonesia Kota Mataram, membahas persiapan pelaksanaan haji tahun 2026. Tahun ini, kouta CJH Kota Mataram berjumlah 854 reguler dan 335 cadangan.

Dari jumlah itu, 813 CJH telah melunasi pembayaran biaya perjalanan ibadah haji pada, Jumat (23/1/2026) pekan kemarin. “Angka ini nanti akan digabung bersama CJH se-NTB, sehingga akan diatur berikutnya,” terangnya.
Martawang menambahkan, dari 813 CJH terdapat 41 orang belum menyerahkan paspornya. Kementerian Haji dan Umrah Kota Mataram, memberikan waktu bagi jamaah untuk mengurus paspor dan diminta segera menyerahkan apabila dokumennya telah selesai.

Ia menegaskan, pengalaman pelaksanaan haji tahun sebelum harus dijadikan pertimbangan, agar pelaksanaan haji tahun ini lebih rapi, aman, dan nyaman. Pasalnya, dari kuota CJH tahun ini, terdapat 300 lebih CJH adalah kategori lansia. “Jadi ini yang harus diperhatikan. Jangan sampai penempatan di Mekkah dan Madinah ditempatkan di satu kamar,” katanya mengingatkan.

Kementerian Haji dan Umrah diminta mengatur jamaah, agar saling membantu dan menguatkan selama melaksanaan ibadah di Tanah Haram. Untuk melancarkan pelaksanaan ibadah dan lain sebagainya, Pemkot Mataram menunjuk petugas haji daerah, pelayanan umum, dan satu pelayanan kesehatan selama prosesi ibadah berlangsung. “Kita harapkan seluruh CJH Kota Mataram apabila sudah di Mekkah dan Madinah saling bantu dan menguatkan satu sama lain,” harapnya.

Sebelum pemberangkatan kata Martawang, seluruh CJH akan mengikuti manasik haji yang digelar sekitar awal atau pertengah bulan Februari. Materi yang diberikan diantaranya fiqih Wanita, haji, dan umrah serta praktik melaksanakan ibadah. Selain itu, petugas haji di tahun 2025, diminta berbagai pengalaman dengan petugas haji yang ditunjuk tahun ini. Tujuannya agar mereka mempersiapkan sesuatu yang tidak dapat diprediksi. “Ada sesuatu yang terjadi diluar itu bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.

Mantan Kepala Bappeda bersyukur Pemerintah Arab Saudi hanya menujuk dua syarikah untuk melayani para tamu Allah dalam melaksanaan ibadah haji di Mekkah dan Madinah. Ia menyadari permasalahan pasti akan muncul mulai dari penginapan,makanan, dan lain sebagainya. “Kita berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini tidak ada halangan yang dihadapi jamaah kita, sehingga dalam melaksanakan ibadah lancar dan khusyuk,” demikian kata dia. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO