Giri Menang (suarantb.com) – Nelayan terdampak cuaca ekstrem di wilayah Lombok Barat diberikan bantuan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung menemui nelayan di Dusun Taman, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Sabtu (24/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga pesisir yang terdampak cuaca ekstrem sehingga tidak dapat melaut. Bupati hadir didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kelautan dan Perikanan, camat, serta OPD terkait lainnya.Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Kami hadir bersama BPBD, Dinas Sosial, camat, Dinas Kelautan dan OPD terkait untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi cuaca ekstrem,” ujar Bupati LAZ di sela-sela peninjauan.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa 200 paket beras dengan masing-masing paket berisi 4 kilogram. Selain itu, bantuan juga mencakup 24 tray telur, 280 bungkus mi instan, minyak goreng, gula, terpal, selimut, makanan anak, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Bupati LAZ mengakui, bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak. Pasalnya, warga yang terdampak cuaca ekstrem tidak hanya berada di Desa Taman Ayu, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Lombok Barat seperti Desa Perampuan, Desa Meninting, dan desa-desa pesisir lainnya.
“Bantuan ini tentu belum cukup untuk semua kebutuhan masyarakat. Namun ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan tidak tinggal diam di tengah masyarakat yang sedang kesulitan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan berbagai bencana di wilayah Lobar. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung yang mengakibatkan kerusakan rumah warga serta kerugian materi.
“Alam memang tidak bisa kita lawan. Namun kita bisa mengambil hikmah dan terus berikhtiar agar dampaknya bisa dicegah atau setidaknya diminimalkan,” kata LAZ.
Sementara itu, Kepala Desa Taman Ayu Tajudin mengungkapkan sebanyak 137 kepala keluarga di desanya terdampak langsung akibat hujan disertai angin kencang. Kondisi tersebut membuat nelayan tidak dapat melaut untuk mencari ikan.
“Warga kami yang tinggal di pesisir paling merasakan dampaknya. Bahkan ada rumah yang nyaris roboh akibat abrasi pantai,” ungkapnya.
Ia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah yang turun langsung ke lapangan. Selain menerima bantuan, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait persoalan abrasi pantai yang kian mengkhawatirkan dan membutuhkan solusi jangka panjang.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Nelayan setempat, Lalu Ahmad. Ia mengaku sudah hampir sebulan tidak melaut akibat cuaca buruk. Kondisi tersebut memaksa nelayan mencari pekerjaan lain demi menyambung hidup.
“Kalau cuaca ekstrem seperti ini kami terpaksa menganggur. Kadang ada yang jadi tukang, ada juga yang mengumpulkan plastik rongsokan untuk dijual,” ujarnya.
Dengan adanya bantuan dari Pemkab Lombok Barat, Lalu Ahmad berharap perhatian pemerintah dapat terus berlanjut, khususnya dalam upaya perlindungan nelayan dan penanganan abrasi pesisir.
Sementara itu Kadis Perikanan, Kelautan dan Ketahanan Pangan Afgan Kusumanegara menambahkan paket bantuan yang diberikan Dinas kelautan sebanyak 200 paket beras, masing-masing berisi tiga kilogram. “Sasarannya sesuai permohonan dari desa ada 137 KK,” sebutnya.
Sejauh ini baru desa Taman Ayu yang baru mengajukan permohonan bantuan kepada Pemkab. (her)



