spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAIntervensi Limbah Sampah, Mahasiswa KKN Desa Tanjung Hadirkan Rocket Stove

Intervensi Limbah Sampah, Mahasiswa KKN Desa Tanjung Hadirkan Rocket Stove

Tanjung (suarantb.com) – Volume sampah di Kabupaten Lombok Utara menjadi atensi berbagai unsur masyarakat, tak terkecuali kelompok mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Mataram, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Melalui inovasi Rocket Stove (semacam tungku pembakaran sampah berbasis teknologi tepat guna), diyakini menjadi solusi jangka panjang untuk pengendalian sampah di tingkat rumah tangga.

Menurut keterangan perancang Rocket Stove, Letycia Luzan, Rocket Stove hadir sebagai alternatif mengurai sampah dari sumber yakni rumah tangga. Rocket Stove dipilih karena media ini, dapat membakar sampah (organik/anorganik) secara efisien dengan asap minimal. Alat ini meningkatkan suhu pembakaran, mengurangi volume sampah hingga 98,7 persen dan menghasilkan abu yang dapat dijadikan pupuk dan menjadikannya solusi ramah lingkungan di pedesaan.

Dari perencanaan konstruksi yang dilakukannya, Lety mencatat estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu unit rocket stove kurang lebih Rp1,746 juta. Rinciannya, material hebel 1 kubik Rp1,2 juta, ongkos tukang Rp350 ribu, perekat Rp145 ribu serta besi Rp51 ribu. Angka ini masih akan bertambah jika setiap rumah tangga pengguna memerlukan jasa konsultan untuk membuat desain. Namun, dengan contoh desain dan konstruksi yang dilakukan mahasiswa KKN Unram Desa Tanjung, sampel Rocket Stove ini dapat diperbanyak oleh pemerintah desa untuk dibangun di rumah tipe warganya.

“Kami sudah membangun rocket stove di satu titik sebagai sampel. Menunggu bangunan kering, kami bersama Pemdes akan melakukan uji coba pembakaran sampah,” ujar mahasiswa Teknis Sipil ini.

Sementara, Ketua KKN Desa Tanjung, Zulfahmi mengklaim Rocket Stove sebagai satu inovasi sederhana namun berdampak nyata dalam mendukung program zero waste. Rocket stove merupakan alat pembakaran sampah berteknologi draf vertikal yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran lebih cepat, bersih, dan minim asap. Inovasi ini menjadi salah satu solusi atas permasalahan sampah yang selama ini ditangani secara konvensional oleh masyarakat.

“Umumnya masyarakat kita, membuang sampah tanpa mau tahu dampaknya. Tumpukan sampah bisa di pekarangan rumah, di kali, di lahan-lahan kosong atau dengan melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan banyak orang,” ungkapnya.

Melalui pendekatan program Rocket Stove, pihaknya berharap menjadi alternatif penanganan sampah secara inklusif karena dapat dibangun di tiap-tiap rumah warga.
Ia menjelaskan, latar belakang dohadirkannya Rocket Stove tak lepas dari peningkatan volume sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik. Berdasarkan Kabupaten Lombok Utara tercatat menghasilkan sampah harian sebesar 108,79 ton dengan Desa Tanjung sebagai salah satu penyuplainya.

” Baik Kepala Desa, Sekretaris Desa maupun Staff Desa yang kami temui saat melakukan survey pada awal masa KKN menerangkan, bahwa kondisi terkait sampah ini makin menghawatirkan karna banyak dari unit fasilitas pengelolaan sampah berupa Bank Sampah dan TPS3R sudah tidak aktif.”

“Maka melalui konsep Zero Waste, mahasiswa KKN berupaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dengan mengurangi dampak pencemaran udara. Rocket stove dipilih karena menggunakan bahan sederhana, mudah dibuat, serta dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat desa sesuai dengan kondisi lingkungan setempat,” paparnya.

Kendati sudah banyak beredar di internet, namun keberadaan Rocket Stove di Lombok Utara, khususnya Desa Tanjung, tergolong baru. Program ini sendiri dicetuskan oleh ide para mahasiswa Kelompok KKN Unram Desa Tanjung, serta didukung oleh pemerintah Desa Tanjung serta masyarakat Desa.

Rocket stove perdana di Desa Tanjung ini mulai dibuat pertama kali pada Jumat (23/1) lalu. Pekerjaan selesai pada malam hari dengan bahan sederhana yang tersedia di pasar lokal. Berikutnya pada 26 Januari akan dilakukan ujicoba untuk mengetahui tingkat efektivitas konstruksi. Jika berfungsi dengan baik, maka pada 29 Januari, Pemdes bersama Dewan Masjid Baiturrahim yang sekarang Islamic Center KLU, didukung 17 Perangkat Kewilayahan se-Desa Tanjung, akan melakukan peresmian rocket stove.

“Karena bahannya yang sederhana sehingga dapat direplikasi oleh masyarakat secara mandiri. Dengan adanya rocket stove, diharapkan masyarakat Desa Tanjung dapat mengurangi praktik pembakaran sampah terbuka yang menghasilkan asap berlebih, sekaligus sebagai solusi teknis yang ramah lingkungan,” tandasnya. (ari)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO