Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Sumbawa, mencatat sebanyak 645,5 hektare lahan pertanian padi terdampak bencana selama 23-27 Januari 2025. Dari jumlah tersebut hanya 0,7 hektare yang dipastikan gagal panen alias puso
“Dari 645,5 hektare 644 hektare sudah dinyatakan pulih karena air hanya melintasi areal persawahan sementara sisanya dipastikan gagal panen,” kata Kadistan melalui Kabid Perlindungan Tanaman, Pengembangan Usaha, Rusmini kepada Suara NTB, Selasa (27/1/2026).
Ia melanjutkan, lahan yang dipastikan gagal panen tersebut, pihaknya sudah menyiapkan skema mengganti bibit petani. Hal itu dilakukan agar petani yang terdampak bencana banjir tidak terlalu merugi termasuk pemberian pupuk.
“Kita sudah data lahan yang dipastikan gagal panen tersebut dan dalam waktu dekat kami akan segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan bibit dan pupuk,” ucapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun lanjut Rusmini, di Kecamatan Tarano ada sekitar 488 hektare, Empang 11,5 hektare, Moyo Hilir 21 hektare. Di Kecamatan Moyo Utara 110 hektare, Buer 0,2 hektare, dan Kecamatan Rhee 2 hektare.
“Jadi, yang dinyatakan gagal panen ada 0,5 hektare di Kecamatan Tarano dan 0,2 hektare di Kecamatan Buer. Kami juga masih terus melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kondisi terkini,” ujarnya.
Ia meyakinkan, lahan padi yang dipastikan gagal panen di Kecamatan Tarano, karena bibit padi yang berumur 15 hari tersebut tersapu banjir. Sementara ,di Kecamatan Buer dengan usia padi 30 hari dipastikan puso karena tanggul pengamanan jebol.
“Data sementara kita baru dua lokasi itu aja yang dipastikan gagal panen, sementara untuk lokasi lainnya yang terdampak masih kami lakukan pemantauan selama lima hari kemudian untuk memastikan kondisi terkini,” tambahnya.
Disinggung terkait program Asuransi Usaha Pertanian (AUTP) di tahun 2026, Ia menyebutkan sampai dengan saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bahkan pemerintah sebelumnya juga sudah mengusulkan sebanyak 600 hektare untuk terakomodir program tersebut.
“Kalau untuk program AUTP dari Kementerian untuk tahun ini, kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Tetapi kami akan memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang terdampak gagal panen,” tukasnya. (ils)


