Selong (suarantb.com) – Inovasi Smart JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meraih penghargaan bergengsi sebagai Inovasi Terbaik Nasional dalam ajang Penghargaan Pemerintah Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2026 yang digelar BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Penghargaan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Lotim, H. M. Juaini Taofik, yang mewakili Bupati H. Hairul Warisin. Pada kesempatan yang sama, Lotim juga meraih Pratama UHC Award 2026, menjadikan Sekda dua kali naik panggung dalam acara tersebut.
Dalam konfirmasi via telepon, Sekda Juaini Taofik menjelaskan bahwa Smart JKN memenangi kategori Co-Creation Kepesertaan. Inovasi ini merupakan terobosan Pemerintah Daerah untuk memberikan kemudahan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Smart JKN adalah akronim yang mencerminkan prinsip layanan kami: Setara, Mudah, Akuntabel, Responsif, dan Terintegrasi,” jelas Juaini.
Ia memaparkan, Setara berarti pelayanan tidak membedakan klaster kepesertaan. Mudah, dengan cukup menggunakan e-KTP. Akuntabel dalam pertanggungjawaban pembiayaan. Responsif atau cepat dalam penanganan pasien. Serta Terintegrasi dengan seluruh OPD dan BPJS Kesehatan.
Inovasi yang digagas bersama BPJS Kesehatan Cabang Lombok Timur sejak Juni 2025 ini telah berkontribusi pada peningkatan kepesertaan aktif, transformasi layanan kesehatan, dan mempermudah akses melalui aplikasi Mobile JKN.
“Penghargaan ini adalah awal komitmen kami mewujudkan kepesertaan BPJS yang benar-benar SMART,” tegas Sekda.
Ke depan, fokus peningkatan akan difokuskan pada kualitas SDM di fasilitas kesehatan (faskes). “Kualitas SDM kita di faskes masih bervariasi. Masih ada keluhan kurang ramah. Ini akan kita tingkatkan. Pasien BPJS atau bukan, senyumnya harus sama,” tegasnya. Smart JKN akan dijadikan alat kontrol kualitas untuk memastikan kesetaraan pelayanan.
Selain penghargaan inovasi, Pemkab Lotim juga berhasil menyabet UHC Award kategori Pratama, yang diberikan kepada daerah dengan cakupan UHC di atas 98 Persen dan keaktifan kepesertaan mencapai 80 Persen. Penghargaan diserahkan Direktur BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.
Tujuan utama Smart JKN adalah mempercepat transformasi layanan kesehatan di Lotim, meningkatkan kualitas pelayanan, memastikan kepesertaan aktif, dan mengatasi isu penonaktifan peserta PBI APBN.
Pada kesempatan yang sama, mewakili masyarakat Lotim, Bupati Hairul Warisin melalui Sekda menyerahkan donasi secara simbolis untuk pemulihan pascabencana di tiga daerah: Aceh (diterima Wagub Aceh), Sumatera Utara (diterima Asisten 3), dan Sumatera Barat (diterima Bupati Solok Selatan). Aksi ini menunjukkan kepedulian sosial Lotim di tengah prestasi yang diraih. (rus)


