spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATTargetkan Capaian Maksimal PAD, DKP dan Ketapang Lobar Tutup Potensi Kebocoran

Targetkan Capaian Maksimal PAD, DKP dan Ketapang Lobar Tutup Potensi Kebocoran

Giri Menang (suarantb.com) – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKP dan Ketapang) Lombok Barat (Lobar) tahun 2025 menjadi yang tertinggi dalam sejarah OPD tersebut. Kendati belum mencapai 100 persen, tetapi baru kali ini PAD bisa mencapai 91 persen sejak beberapa tahun terakhir. Untuk menggenjot PAD ini, pihak Dinas berinovasi mencari potensi baru dan mencegah potensi kebocoran.

Kepala DKP dan Ketapang Lobar H. Afgan Kusumanegara mengatakan, bahwa realisasi PAD tahun lalu mencapai 91 persen. “Capaian PAD tahun lalu 91 persen, ini yang tertinggi selama bertahun-tahun ini, artinya ini potensi kemampuan kita,” jelasnya, Selasa (27/1/2026).

Dari target Rp225 juta bisa dicapai 91 pesen. Target PAD tahun ini dinaikkan Rp80 juta lebih menjadi Rp313 juta. Afgan mengaku optimis target itu bisa dicapai, dengan pola kerja saat ini.

Sumber PAD di DKP dan Ketapang tersebar di dua bidang yakni Bidang Perikanan Tangkap, meliputi sewa gudang garam dan sewa tambak dinas di Desa Cendimanik. Kemudian ada potensi dari uji kadar garam atau NaCl.

Selanjutnya di Bidang Perikaan Budi Daya meliputi Balai Benih Benih Ikan BBI di Gontoran Lingsar, penyewaan pasar benih ikan di Sigerongan Lingsar. Untuk menggenjot PAD tahun ini, Pihaknya telah dan sedang menyiapkan langkah-langkah inovasi. Seperti pada pengelolaan BBI akan lebih dimaksimalkan dengan menempatkan petugas yang ahli dan memiliki integritas.

“Dan kami kontrol ekstra ketat, dengan penuh perhitungan jumlah bibit, berapa yang mati setiap saat kita kontrol,” tegas Afgan.

Dengan memasang CCTV, pihaknya bisa memantau keluar masuk di BBI, sehingga bisa dikontrol langsung melalui handphone android. Pihaknya juga menyiapkan petugas untuk memonitor, baik melalui CCTV maupun turun ke lokasi.

Upaya-upaya itu untuk menutup potensi kebocoran PAD. Terlebih target PAD dari BBI ini tahun ini meningkat dari tahun lalu. Pihaknya juga menyiapkan invovasi pada potensi uji kadar garam, yang selama ini hanya masuk PAD dari satu perusahaan yakni PTAM Giri Menang saja. Pihaknya berupaya menyasar usaha-usaha lain seperti rumah makan dan usaha lainnya.

“Kami akan lihat regulasi, apa saja yang harus melakukan uji kadar garam ini, kami minta supaya menguji di sini,” tegasnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO