spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANSMAN 1 Pemenang Programkan Pendampingan Kesehatan Kejiwaan Siswa

SMAN 1 Pemenang Programkan Pendampingan Kesehatan Kejiwaan Siswa

Mataram (suarantb.com) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pemenang berencana menyelenggarakan program pendampingan kesehatan kejiwaan. Program ini bertujuan, memastikan kesiapan psikologis dan memperkuat karakter siswa.

Kepala SMAN 1 Pemenang, Yusran Hadi, Selasa (27/1/2026) mengatakan, pihaknya sedang merumuskan kerja sama tersebut dengan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, untuk melangsungkan program pendampingan kesehatan jiwa bagi siswa-siswi.

“Kami sudah bersurat dan baru hari ini dikirimi dokumen perjanjian kerjasamanya. Insya Allah, minggu ini kami akan penandatanganan,” ujarnya.

Yusran menjelaskan, upaya membangun kualitas pendidikan yang baik di sekolah tidak hanya ditopang oleh kualifikasi kompetensi akademik, melainkan mutu kesehatan kejiwaan siswa. Dengan demikian, kesehatan kejiwaan juga menjadi pondasi penting keberhasilan pendidikan.

“Kami merasa tidak hanya bertanggung jawab pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kesiapan psikologis siswa, karakter, bakat dan minat peserta didik. Termasuk juga para pendidik, dan tenaga kependidikan,” ujar Yusran.

Yusran menegaskan di era saat ini, kesehatan mental dan kejiwaan seperti stres akibat belajar, kecemasan yang terus meningkat, serta kurang fokus saat belajar menjadi persoalan serius yang dihadapi siswa.

Persoalan tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada individu siswa, seperti menurunnya prestasi dan dapat menghambat perkembangan karakter mereka.

“Kami berpandangan bahwa di saat sekarang ini, usia remaja anak-anak kami sangat rentan terhadap masalah kesehatan jiwa seperti stres belajar, tidak fokus, kecemasan, kesulitan adaptasi, dan masalah perilaku yang jika tidak didampingi secara profesional dapat berdampak pada prestasi dan perkembangan kepribadian,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya serius dalam upaya merawat dan menjaga kesehatan kejiwaan siswa dan seluruh warga sekolah.

Pihaknya secara tidak langsung sudah bekerja sama dengan RSJ Mutiara Sukma cukup lama. Dalam tiga tahun banyak siswanya yang secara mandiri melakukan tes psikologi bakat minat secara mandiri ke RSJ Mutiara Suka untuk keperluan penjurusan, meskipun itu tidak bersifat wajib.

“Rupanya RSJ merespons dengan memberikan pendampingan dan sosialisasi,” tuturnya.

Bahkan, pihaknya mendapatkan pendampingan untuk tes psikologi anak-anak inklusi SMAN 1 Pemenang yang memiliki hambatan belajar pada Agustus lalu.

“Ini sangat penting untuk membantu kami memahami dan memberikan layanan kepada anak-anak inklusi ini karena kami tidak memiliki tenaga khusus untuk itu,” terang Yusran.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan milik Provinsi NTB yang punya kompetensi khusus di bidang kesehatan jiwa, sekaligus menyediakan layanan kesehatan non-jiwa dan dukungan psikososial secara komprehensif, Yusran berharap sekolahnya mendapat pelayanan terbaik.

“Melalui kerja sama ini, kami mengharapkan mendapatkan layanan yang terstruktur dan berkelanjutan, mulai dari pemeriksaan psikometri, asesmen kesehatan jiwa berkala, edukasi dan pelatihan, hingga sistem rujukan yang jelas dan terjangkau oleh kami,” tandasnya. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO