spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATTangani Dampak Bahaya Rokok, Bupati Amar Kenalkan Konsep Kartu KSB Maju

Tangani Dampak Bahaya Rokok, Bupati Amar Kenalkan Konsep Kartu KSB Maju

Taliwang (suarantb.com) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah mempresentasikan konsep Kartu Sumbawa Barat (KSB) Maju dalam menangani dampak bahaya rokok pada ajang internasional The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Dalam sesi diskusi, Bupati memaparkan langkah-langkah strategis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam penanganan dampak rokok bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui Dinas Pertanian. Pemerintah tidak memfasilitasi petani yang ingin menanam tembakau. “Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh dalam pengendalian konsumsi rokok” cetusnya.

Sebaliknya pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terhitung tahun 2025 lalu, kata Bupati, Pemkab KSB dielaborasi dengan program unggulan daerah yakni Program Kartu KSB Maju. Lewat program itu, pemerintah dapat melakukan intervensi langsung kepada keluarga yang terpapar rokok. “Lewat program itu intervensi penanganan bahaya rokok dilakukan dari struktur terkecil karena Kartu KSB Maju ini basisnya kepala keluarga (KK),” urainya.

Lewat Program Kartu KSB Maju itu pula lanjut Bupati, pemerintah lebih mudah melakukan pemantauan dan intervensi terhadap keluarga secara tepat sasaran. Pendekatan berbasis KK juga semakin mudah terlaksana dengan adanya kolaborasi multipihak, melalui pembentukan komunitas pemuda anti rokok di tingkat kecamatan, serta bekerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi perempuan dalam melakukan edukasi kepada masyarakat dan keluarganya. “Jadi semua terintegrasi dan bergerak bersama dengan program itu,” kata Bupati.

Acara itu sendiri dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memerangi pengaruh koorporasi yang terbukti merusak kualitas hidup masyarakat, khususnya industri tembakau.

Di hadapan para perwakilan kepala daerah dan anggota The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit, Wamendagri secara terbuka menyoroti agresifitas industri tembakau yang dinilainya terus mengancam masa depan generasi muda. “Data terbaru, Indonesia saat ini menempati peringkat kelima dunia dalam prevalensi perokok, dengan angka yang terus meningkat hingga mencapai 38,2 persen pada tahun 2026,” bebernya.(bug)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO