spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANSekolah di Mataram Matangkan Kesiapan TKA

Sekolah di Mataram Matangkan Kesiapan TKA

Mataram (suarantb.com) – Sejumlah sekolah jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Mataram, terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan tes kompetensi akademik (TKA). Persiapan tes yang akan digelar pada Maret-April, guna memastikan kesiapan siswa hingga infrastruktur penunjang lainnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 15 Mataram, Gusti Ayu Suartini Astuti mengatakan, pihaknya masih dalam tahap persiapan untuk penyelenggaraa tes kompetensi akademik. Beberapa aspek disiapkan mulai dari infrastruktur, perangkat penunjang hingga jaringan internet. Sementara, pihaknya mulai melakukan pemantapan untuk mempersiapkan siswa-siswi menghadapi TKA.

“Jika nanti dari hasil rapat itu bahwa kita diharapkan melakukan pemantapan, agar hasilnya lebih maksimal. Kita akan segera membentuk tim pemantapan,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Romzul Amrullah, teknisi TKA SMPN 15 Mataram menyampaikan, jika persiapan yang dibutuhkan pada TKA sama seperti pelaksanaan asesmen nasional, maka pihaknya telah siap menyelenggarakan tes tersebut.

Persamaan yang dimaksud adalah jumlah murid yang ikut. Pada AN sendiri, murid kelas VIII yang terlibat hanya sekitar 45 orang sebagai sampel. Sementara, TKA diketahui akan mengikutsertakan semua murid kelas IX.

“Tapi ke depannya kalau TKA akan melibatkan seluruh siswa kelas IX, maka kita akan membutuhkan komputer lagi,” tuturnya.

Sementara itu, SMPN 12 Mataram juga mengaku siap untuk melaksanakan tes kompetensi akademik. Nyaris seluruh persiapan mulai dari pernyataan kesiapan mengikuti TKA sudah ditandatangani.

“Alhamdulilah, kami sedang memastikan semuanya benar-benar siap,” ujar Plt. Kepala SMPN 12 Mataram, Abdul Kadir.

Pihaknya telah menyiapkan dua ruangan sebagai lokasi ujian. Masing-masing ruangan akan dilengkapi 20 unit komputer. “Kami juga akan menarik semua desktop yang ada di ruangan-ruangan pelayanan seperti di TU, ruang guru, ruang Wakasek dan urusan. Sehingga terpenuhi 40 unit desktop,” jelasnya.

Selain perangkat komputer, Abdul Kadir juga memastikan akan mengoptimalkan penggunaan jaringan untuk pelaksanaan TKA. Sekolah tidak akan melakukan pengayaan untuk siswa, melainkan mengimbau siswa untuk belajar.

“Sekolah memfasilitasi dengan berbagai referensi yang mereka butuhkan di perpustakaan sekolah. Mengimbau kepada seluruh guru untuk selalu mengingatkan siswa dan jika ada siswa yang ingin diskusi maka guru diharapkan memfasilitasinya,” terang Abdul Kadir. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO