Giri Menang (suarantb.com) – Enam desa di Lombok Barat (Lobar) mengajukan permohonan untuk bantuan pangan bagi nelayan yang terdampak cuaca ekstrem. Dari enam desa, satu desa yakni Taman Ayu sudah disalurkan bantuan berupa beras kepada para nelayan.
“Usulan yang sudah masuk baru enam desa, tiga di Wilayah Utara (Batulayar), Taman Ayu dan dua desa di wilayah Sekotong,” sebut Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan H Afgan Kusumanegara, Rabu (28/1/2026).
Tiga desa di wilayah Utara terdiri dari Senteluk, Meninting dan Batulayar barat. Sedangkan dari Sekotong, di antaranya Sekotong Barat dan Pesisir Mas.
Sementara itu, para nelayan di Desa Taman Ayu rata-rata terdampak cuaca ekstrem, menyebabkan mereka tak bisa melaut dalam jangka waktu dua minggu bahkan ada yang lebih. Sehingga melalui desa mengusulkan bantuan pangan. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan mereka selama tidak bisa melaut.
“Bantuan dari kami berupa beras, satu jiwa itu 400 gram kali jumlah kepala kali sekian hari, sesuai dengan kemampuan candangan beras daerah,”imbuhnya.
Sedangkan dari OPD lain lanjut dia dalam bentuk bantuan lainnya. Sejauh ini, cadangan beras pemerintah Lobar masih aman. “Masih ada 67 ton, insyaallah cukup,” imbuhnya. Tahun ini beras ditambah dengan pengadaan mencapai 1 ton pada APBD Murni.
Dengan intensitas cuaca ekstrem ini, diestimasi mencukupi. Namun pihaknya memperhitungkan kedepan, tidak saja bagi nelayan terdampak cuaca ekstrem, tetapi ada warga yang sawahnya terkena puso sehingga ini harus dicadangkan juga. “Sehingga tidak mesti semuanya (jiwa) mendapatkan bantuan, tapi kita lihat kemampuan cadangan kita juga,” ujarnya.
Sebab selain nelayan, pihaknya juga membantu warga terdampak bencana. Pihaknya masuk penanganan pascabencana. Ketika ada usulan dari desa, lalu diverifikasi. Selajutnya Bupati memeriahkannya untuk menyalurkan bantuan. (her)


