Mataram (suarantb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram memastikan harga daging sapi di pasar tradisional masih normal. Isu gejolak harga di Pulau Jawa dipastikan tidak berpengaruh. Masyarakat diminta tidak panik, karena stok masih mencukupi.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada, Jumat (30/1/2026) menerangkan, harga daging sapi segar di pasar tradisional masih normal. Hasil pengecekan di lapangan pedagang menjual kisaran Rp130 ribu-Rp135 ribu per kilogram. Artinya, isu gejolak harga di Pulau Jawa dipastikan tidak mempengaruhi daging sapi di daerah. “Iya, tidak ada pengaruh di sini,” terang Nida.
Pihaknya sempat khawatir tentang isu demo dan mogok peternak sapi di Pulau Jawa. Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap peternak di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Akan tetapi kata Nida, peternak sama sekali tidak terpengaruh, sehingga harga relatif normal.
Ia menegaskan, tingkat konsumsi daging sapi bagi masyarakat tidak terlalu tinggi pada hari biasa. Berbeda halnya apabila momen hari raya keagamaan. “Kalau kita lihat sebagai pembanding masyarakat lebih memilih daging ayam daripada daging sapi. Harganya sangat terjangkau,” ujarnya.
Nida mengingatkan masyarakat tidak perlu panik. Stok daging sapi di pasar tradisional masih terpenuhi. Justru, ia mengkhawatirkan ketersediaan bahan pokok terutama cabai rawit, bawang merah,tomat, dan lain sebagainya, terganggu akibat kondisi cuaca. Hal ini diakui, pasti berpengaruh terhadap lonjak harga.
Ia mencontohkan harga cabai rawit terus mengalami lonjakan dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram menjadi Rp70 ribu perkilogram. “Setiap hari cabai rawit itu naik harganya Rp5 ribu,” sebutnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lanjut dia, pihaknya akan menggelar pasar rakyat di enam kecamatan. Tujuannya untuk menekan harga harga serta memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadhan. “Kita harapan tidak ada gejolak harga, karena kasian masyarakat dengan kondisi ekonomi saat ini,” demikian kata dia. (cem)


