Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) mengandalkan program-program revitalisasi pendidikan dari berbagai sumber pendanaan untuk menangani masih banyaknya sekolah yang dalam kondisi rusak. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, M. Nurul Wathoni.
Wathoni mengakui bahwa pemerintah daerah tidak bisa maksimal hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperbaiki seluruh sarana dan prasarana pendidikan yang membutuhkan. Oleh karena itu, program revitalisasi menjadi tulang punggung utama perbaikan infrastruktur sekolah.
“Revitalisasi dengan dana besar untuk sekolah kita nilainya sekitar Rp66 miliar di 2025. Kemudian ada bantuan revitalisasi yang bersumber dari APBD kita di 2025 sebesar Rp16 miliar,” jelas Wathoni, merinci sumber pendanaan.
Selain dari APBN dan APBD, Lotim juga mendapat bantuan dari mitra internasional dan lembaga sosial. “Kemudian ada bantuan sekolah dari Happy Heart, bantuan Australia yang jumlahnya juga cukup besar, hampir Rp13 miliar,” tambahnya.
Wathoni juga menjelaskan perbedaan mekanisme penyaluran bantuan. Untuk program Revitalisasi Pendidikan dari Kementerian Pendidikan, sistem pengelolaannya adalah swakelola oleh sekolah. Sementara untuk bantuan dari Australia, proses pembangunan sepenuhnya ditangani oleh pemberi bantuan.
“Sekolah hanya menerima manfaat saja, seluruh proses pembangunan bantuannya itu ditangani langsung,” ucapnya.
Pada tahun 2025, bantuan Australia mencakup 13 titik sekolah. “Mudah-mudahan di 2026 ini semester pertama mereka sudah janji akan siap membantu kembali untuk kita untuk 6 titik. Di semester kedua, mungkin ada penambahan,” harap Wathoni.
Bantuan revitalisasi tidak hanya untuk gedung kelas, tetapi juga mencakup penambahan fasilitas penunjang seperti kamar mandi siswa, ruang UKS, dan perpustakaan, sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Salah satu contoh keberhasilan penyerapan bantuan adalah di SMPN 1 Cakap, yang menerima dua jenis bantuan sekaligus, yaitu dari Australia dan program Revitalisasi Pendidikan.
“Dan semua sudah selesai. Seluruh bantuan ini sudah selesai per 31 Desember dan sudah dimanfaatkan di awal Januari 2026,” pungkas Wathoni menegaskan.
Dengan dukungan berbagai sumber pendanaan ini, Pemerintah Lotim berharap percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan dapat terwujud, menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi peserta didik di daerah tersebut. (rus)


