PEMPROV NTB terus memacu pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga dengan awal tahun 2026, progres pembangunan koperasi desa/kelurahan yang menjadi program prioritas nasional itu telah mencapai 44,33 persen.
Berdasarkan data terkini, dari total target 1.166 titik desa/kelurahan di NTB, sebanyak 489 titik telah terdata pada Portal Agrinas, 310 titik sedang dalam tahap pembangunan, dan 179 titik masih belum dibangun.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal, menegaskan agar pembangunan gerai KDKMP dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah Provinsi berkomitmen mengawal proses pinjam pakai lahan agar dapat segera direalisasikan sepanjang didukung kelengkapan administrasi dari pemerintah kabupaten dan kota,” ujarnya kemarin.
Ia menjelaskan, progres pengusulan dan rekomendasi lahan di masing-masing kabupaten/kota menunjukkan capaian yang berbeda-beda. Sebagian besar lokasi telah memperoleh rekomendasi bupati/ wali kota, namun masih terdapat beberapa daerah yang memerlukan percepatan penyelesaian administrasi.
Gubernur, lanjut Faozal menekankan pentingnya peran aktif bupati dan wali kota dalam memfasilitasi kebutuhan desa/kelurahan, termasuk optimalisasi pemanfaatan aset kabupaten/ kota maupun aset Pemerintah Provinsi apabila aset desa tidak tersedia.
Diharapkan melalui sinergi dan percepatan proses administrasi oleh seluruh pihak, target pembangunan KDKMP dapat tercapai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan Ahmad, menyampaikan rapat koordinasi menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan solusi, serta menyepakati langkah tindak lanjut yang terukur dan dapat dimonitor secara berkelanjutan.
“Program KDKMP membutuhkan sinergi kuat antar pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan agar dapat berjalan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa,” katanya.
Asisten II Setda NTB itu membeberkan, NTB kini memiliki 50 model Kopdes Merah Putih. Sebanyak 50 model Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di NTB dapat stimulan Rp25 juta dari Bank Himbara. Dari total 50 model, di ambil dari 10 kabupaten/kota. Masing-masing daerah diambil lima koperasi.
“Dari sekian ribu kopdes itu kita buat model di 50 untuk bisnisnya. Karena dari sisi pendiriannya sudah klir, 100 persen semuanya sudah selesai. Yang belum itu bisnisnya,” tambahnya.
Menurutnya, untuk membangun bisnis Kopdes, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyarankan Bank Himbara memberikan stimulan senilai Rp25 juta kepada 50 model Kopdes sebagai modal awal mereka. Saat ini, mereka dikatakan telah mendapatkan pelatihan kepengurusan terhadap bisnis itu.
“Bisnisnya di-support, kita di Pemprov NTB diminta untuk mendorong bisnisnya, memberikan stimulus itu 25 juta. Dengan menggandeng Himbara bukan dikasih percuma, tapi itu adalah pinjaman lunak untuk memulai proses bisnis dia,” tegasnya. (era)



