spot_img
Selasa, Februari 3, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMAktifkan Pendeteksi Dini, Dikes Antisipasi Penyebaran Virus Nipah

Aktifkan Pendeteksi Dini, Dikes Antisipasi Penyebaran Virus Nipah

Mataram (suarantb.com) – Dinas Kesehatan Kota Mataram mulai mengaktifkan alat pendeteksi dini dan respons cepat. Tujuannya mengantisipasi penyebaran virus nipah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan dikonfirmasi pada, Selasa 3 Februari 2026 menerangkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan surat edaran nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang kewaspadaan terhadap penyakit virus nipah. Penyakit ini sebenarnya virus lama yang muncul kembali. Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah yang dapat menular pada manusia.

“Kita sudah tindak lanjuti surat edaran dari Kemenkes dan Dikes Provinsi NTB dengan menyurati seluruh faskes terutama klinik, rumah sakit dan puskesmas untuk tetap waspada,” terangnya.

Bentuk kewaspadaan adalah deteksi dini meskipun belum ditemukan kasus tersebut di Indonesia dan khususnya di Kota Mataram. Emirald menegaskan, pemerintah pusat cukup serius merespons penyakit yang berasal dari Desa Sungai Nipah, Malaysia tersebut. Bentuk responnya adalah menggelar rapat koordinasi bersama aparat kepolisian serta seluruh dinas kesehatan di Indonesia.

Kemenkes ingin menyamakan persepsi tentang virus tersebut, karena tidak mungkin penanganan diserahkan ke tenaga kesehatan tanpa melibatkan pihak lainnya. “Tidak mungkin hanya diserahkan ke sektor kesehatan tetapi harus melibatkan sektor lainnya,” terangnya.

Pencegahan penularan perlu dilakukan dengan memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan. Salah satunya mengaktifkan thermal scanner. Alat ini dinilai penting apabila ada yang terdeteksi, maka dilakukan pemeriksaan secara intensif.

Khusus di Kota Mataram tegas Emirald, pihaknya mengaktifkan sistem kewaspadaan dini dan respons. Tujuannya, tiap kasus yang dicurigai mengarah pada gejala tersebut, agar melakukan penelusuran lebih mendalam. “Misalnya, ada kasus kematian mendadak dan penurunan kesadaran mengarah pada hal itu juga,” ujarnya.

Selain itu, seluruh laboratorium kesehatan juga akan diaktifkan untuk pengambilan, pengiriman sampel sampai proses diagnosa. Pararel dengan upaya itu lanjut Emirald, juga disiapkan penanganan dini apabila seseorang dicurigai mengalami atau tertular virus nipah. Proses penanganannya secara khusus dengan melihat jalur penyakit dan layanan kesehatannya.

Mantan Wakil Direktur RSUD Kota Mataram menambahkan, seluruh faskes telah diminta mendeteksi dini kecurigaan penyakit tersebut. Disamping itu, pihaknya juga mengaktifkan upaya promotif dan preventif. Salah satunya mengajak masyarakat melaporkan apabila menemukan kasus tersebut. “Paling penting adalah promosi kita supaya masyarakat terpapar bisa segera tertangani,” ujarnya.

Gejala virus nipah terjadi pada manusia adalah deman tinggi, flu, radang tenggorakan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Caranya mencuci buah yang akan di makan serta berhati-hati apabila ada warga yang mengkonsumsi kelelawar.

Selain penularan melalui hewan, virus nipah berpotensi menular melalui bersin kepada seseorang yang terjangkit.

Oleh karena itu, masyarakat yang sedang flu disarankan menggunakan masker. “Kalau merasa sedang sakit. Silahkan gunakan masker supaya menghindari penularan,” demikian katanya mengingatkan.

Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Mataram juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk melakukan deteksi dini terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit infeksi menular, serta segera melaporkan jika ditemukan kasus yang mencurigakan.

“Intinya, kami ingin masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi waspada. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk memastikan kesiapsiagaan,” pungkas Emirald. (cem/pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO