Selong (suarantb.com) – Seorang murid kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono Selong akibat luka berat. Diduga, luka tersebut merupakan akibat kekerasan fisik atau perundungan oleh teman di sekolahnya.
Korban, berinisial MHA (7), awalnya dibawa orang tuanya ke Puskesmas pada Kamis (29/1/2026). Karena tidak kunjung membaik, Supriadi orang tua korban ini kemudian melarikan anaknya pada Jumat (30/1/2026) lalu karena demam tinggi dan tidak mampu berjalan.
Sewaktu di Puskemas, Supriadi sudah curiga bahwa anaknya justru mengarah pada dugaan kekerasan fisik.
Dugaan perundungan terjadi pada Rabu (28/1/2026). Awalnya ia melihat anaknya demam, dikira sakit biasa. Namun, dua hari kemudian demam makin tinggi dan tidak bisa berjalan, lalu dibawa ke Puskesmas. Setalah mendapat perawatan medis, baru terlihat ada memar dan diduga ada patah tulang di kaki.
Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Batuyang, Pringgabaya, menunjukkan luka yang serius sehingga MHA harus dirujuk ke RSUD Selong. Dari pengakuan MHA kepada orang tuanya, ia mengaku dipukul dan ditendang oleh temannya di sekolah.
Di RSUD Selong, kondisi MHA terus dipantau secara intensif di ruang bedah. Hasil pemeriksaan awal Rontgen dan USG menunjukkan dugaan kuat adanya trauma fisik serius. Petugas medis mendiagnosis MHA mengalami trauma pada sendi lutut dan infeksi pada jaringan lemak di bagian betis kiri. Korban juga mengalami sesak napas serta memar di beberapa bagian tubuh.
Dugaan sementara ada patah tulang tertutup di area lutut karena terdapat pembengkakan, namun belum ada luka robek. Masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kejelasannya.
Menyikapi insiden ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Muhammad Nurul Wathoni, menyatakan akan segera mengecek kondisi korban. “Kita akan segera cek nanti anak ini, terima kasih teman media atas informasinya,” ucapnya.
Kasus ini kembali menyoroti maraknya praktik perundungan di lingkungan pendidikan. Hingga berita ini diturunkan, MHA masih menjalani perawatan untuk pemulihan luka-lukanya yang serius. Pihak berwajib dan dinas terkait didorong untuk melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak dari segala bentuk kekerasan. (rus)



