spot_img
Selasa, Februari 3, 2026
spot_img
BerandaEKONOMINTB Mall “Mati Suri”

NTB Mall “Mati Suri”

Mataram (suarantb.com) — Aktivitas NTB Mall yang berlokasi di lantai II Gedung belakang Islamic Center, Nusa Tenggara Barat, kini tampak jauh berbeda dibandingkan masa jayanya. Pusat promosi dan penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan NTB itu terlihat sepi, dengan sebagian besar rak pajangan kosong tanpa produk.

Pantauan Suara NTB pada Selasa, 3 Februari 2026, suasana NTB Mall nyaris tanpa aktivitas. Tidak tampak pengunjung maupun pembeli yang datang selama beberapa waktu pemantauan dilakukan. Yang terlihat hanyalah deretan rak kosong dan beberapa produk UMKM yang masih tersisa.

Padahal sebelumnya, NTB Mall dikenal sebagai etalase UMKM daerah. Aneka produk lokal mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kerajinan, berjejer memenuhi rak-rak pajangan dan ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.

Kini, sebagian besar rak tersebut kosong. Kondisi ini membuat NTB Mall boleh dibilang berada dalam situasi “mati suri”. Di lokasi hanya terlihat beberapa pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB yang bertugas menunggu tamu atau pelaku UMKM yang datang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, belum jelasnya pengelolaan NTB Mall berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTB yang menggabungkan dua organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Perdagangan dan Dinas Perindustrian, menjadi satu dinas baru, yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB.

Hingga saat ini, dinas hasil penggabungan tersebut belum memiliki kepala dinas definitif. Dampaknya, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) NTB Mall yang sebelumnya berdiri sendiri kini digabung dengan UPTD lain di bawah UPTD Balai Kemasan. Kondisi ini membuat arah dan kepastian pengelolaan NTB Mall belum jelas.

Sejumlah pegawai Pemprov NTB yang berjaga di NTB Mall mengaku masih kebingungan terkait kebijakan operasional, termasuk penerimaan dan penempatan produk UMKM.

Sumber informasi Suara NTB di NTB Mall menyebutkan, kosongnya rak-rak pajangan disebabkan adanya proses penggantian produk. Produk UMKM yang sebelumnya dipajang dinilai sudah terlalu lama, bahkan ada yang sejak awal NTB Mall dibentuk.

“Produk-produk lama itu sedang diganti. Prosesnya masih berlangsung sampai sekarang,” ujar sumber tersebut.

Namun, di sisi lain, sejumlah pelaku UMKM yang ingin tetap memajang produknya di NTB Mall belum berani difasilitasi sepenuhnya. Hal ini lantaran belum ada keputusan resmi terkait status dan pola pengelolaan NTB Mall ke depan.

Meski demikian, UMKM yang ingin menitipkan produknya tetap difasilitasi. Hanya saja, produk tersebut tidak dipajang langsung di NTB Mall. Jika ada pembeli yang berminat, mereka akan diarahkan untuk bertransaksi langsung dengan produsen UMKM bersangkutan.

“Dulu transaksi bisa langsung di NTB Mall. Sekarang belum bisa sampai pengelolaannya definitif,” tambah sumber itu.

Saat masih aktif, NTB Mall menampung hingga sekitar 5.000 jenis produk UMKM dari kurang lebih 300 pelaku usaha. Jumlah tersebut kini menyusut drastis.

Tak hanya itu, sebelumnya NTB Mall juga menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel di Pulau Lombok. Di setiap kamar hotel mitra, tersedia barcode yang terhubung langsung ke katalog produk NTB Mall dan bisa langsung ditransaksikan. Layanan ini memungkinkan tamu hotel memesan produk UMKM langsung dari kamar mereka.

Namun, seluruh skema kerja sama tersebut kini terhenti sambil menunggu kejelasan status dan penataan ulang NTB Mall.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Irnadi, membenarkan bahwa NTB Mall saat ini sedang dalam tahap penataan menyusul penggabungan dua dinas besar tersebut.

“NTB Mall sedang ditata terkait penggabungan Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Irnadi menegaskan bahwa fungsi promosi produk UMKM tetap berjalan. Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, masih melakukan fasilitasi temu mitra antar pelaku usaha serta mendukung pemasaran produk UMKM.

Ia juga menyebutkan bahwa penguatan sektor perindustrian dan perdagangan, termasuk dukungan terhadap UMKM, menjadi salah satu poin kerja sama regional yang telah ditandatangani Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, bersama Gubernur Bali dan Gubernur Nusa Tenggara Timur.

“InsyaAllah penataan NTB Mall segera diselesaikan. Pada intinya, fasilitasi dan dukungan Pemprov NTB terhadap UMKM tetap berjalan,” pungkas Irnadi. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO