Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, mencatat sudah ada 34 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan di awal tahun 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 101 kasus.
“Di tahun 2026 jumlah kasus yang kita tangani sebanyak 34 kasus di bulan Januari, menurun signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 101 kaaus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarif Hidayat, kepada Suara NTB, Selasa (3/2/2026).
Dari 34 kasus tersebut, sekitar lima orang pasien yang masih di rawat di RSUD Sumbawa. Satu orang lainnya berada di RSUD Abdul Malik Fajar (AMF) dengan kondisi berangsur membaik. Sementara, pasien lainnya telah sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
“Kita prediksi kasusnya masih akan terus bertambah karena puncak musim hujan terjadi sekitar bulan Februari dan bulan-bulan tersebut memang hampir setiap tahun terjadi,” ujarnya.
Sementara terkait dengan jumlah pasien yang ditangani lanjutnya, didominasi anak-anak dengan cakupan wilayah di Kecamatan Empang 7 kasus dan Moyo Hilir 7 kasus sebagai penyumbang tertinggi. Pihaknya tetap memberikan atensi khusus, agar kasus tersebut tidak semakin meningkat.
“Kecamatan Plampang ada 5 kasus yang kita tangani dan Labuhan Badas menyumbang 4 kasus, Buer 3 kasus, Moyo Utara, Sumbawa unit 2 dua kasus DBD dan kami tetap memberikan atensi khusus,” jelasnya.
Beberapa faktor yang menyebabkan kasus ini masih ditemukan. Selain faktor cuaca, salah satunya yakni minimnya kesadaran dari masyarakat. Bahkan setiap tim yang turun ke lapangan selalu saja menemukan lingkungan yang kotor.
“Lingkungan yang kotor masih menjadi persoalan sehingga kasus DBD masih ditemukan, tetapi kami tetap akan turun memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait lingkungan yang sehat,” ucapnya.
Penyakit DBD tentu bisa menyebabkan masalah yang lebih besar seperti kematian, jika tidak ditangani dengan baik. Penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegepty bisa mengakibatkan pendarahan dan kematian, sehingga polanya penanganan awal harus maksimal dilakukan.
“Karena dampaknya sangat fatal, sehingga kita sejak penanganan awal sudah kita lakukan secara intensif untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap sadar dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Pihaknya diimbau kepada masyarakat jika memiliki keluarga yang sakit yang menyerupai DBD, untuk datang melapor ke puskesmas terdekat.
“Jika sakit yang mengarah ke DBD segera datang ke Puskesmas untuk kita lakukan penanganan lebih lanjut dan kita juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan yang sehat,” tukasnya. (ils)



